Prospek Produksi Sawit Malaysia Naik, Harga CPO Terkoreksi

Harga minyak sawit dunia (Crude Palm Oil/CPO) ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (19/09) di bursa berjangka Malaysia.

Winarni

Sep 20, 2022 - 9:30 AM

Data

Harga minyak sawit mentah dunia (minyak sawit mentah dunial/CPO) ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (19/09) di bursa berjangka Malaysia. Penurunan CPO tersebut membalikkan kenaikan awal perdagangan dan kembali ke zona merah untuk sesi ketiga berturut-turut.

Pelemahan harga CPO terjadi di tengah ekspektasi produksi sawit Malaysia yang lebih tinggi pada September, melebihi permintaan yang kuat.

Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Oktober 2022 ditutup melemah 53 poin atau 1,45% dari penutupan sebelumnya RM3.659/ton ke level RM3.606/ton.

Untuk kontrak November 2022, harga CPO berjangka di Malaysia juga terkoreksi 70 poin atau 1,88% dari RM3.724/ton ke level RM3.654/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak Desember 2022 menurun 83 poin atau 2,19% dari RM3.783/ton ke RM3.3.700/ton.

Melansir Reuters, Asosiasi Pabrik Kelapa Sawit Semenanjung Selatan (SPPOMA) mengungkapkan bahwa produksi sawit negara produsen terbesar kedua dunia tersebut naik 7,5% selama 1-15 September. Adapun, surveyor kargo menyatakan ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode tersebut naik antara 19% dan 25% dari periode yang sama pada Agustus.

Dari sisi konsumen, India yang merupakan pembeli minyak nabati terbesar di dunia, telah memangkas harga dasar impor minyak sawit mentah dan olahan, serta minyak kedelai mentah, karena harga terkoreksi di pasar dunia.

Sementara itu, kontrak minyak kedelai paling aktif Dalian Commodity Exchange turun 0,8% dan harga kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 1%. Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

(Baca: Tertekan Sentimen Global, Harga CPO Lanjut Melemah)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags