Setelah Tertekan 6 Hari Beruntun, Harga Batu Bara Rebound

Harga batu bara rebound pada Jumat (2/6). Pergerakan ini terjadi menjelang musim puncak pada Juni yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan batu bara di China.

Sarnita Sadya

Jun 5, 2023 - 9:31 AM

Data

Harga batu bara rebound pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Harga batu bara berjangka untuk kontrak Juni 2023 di ICE Newcastle Futures terpantau naik 0,65% ke level US$131,00/ton pada perdagangan Jumat (2/6).

Penguatan harga batu bara tersebut juga terjadi pada harga batu bara berjangka untuk kontrak Agustus 2023 yang melonjak 2,69% ke level US$137,35/ton pada waktu perdagangan yang sama.

Harga batu bara kontrak Juni 2023 tersebut berbalik arah setelah terkoreksi selama 6 hari perdagangan beruntun dengan akumulasi penurunan sebesar 19,86% pada 25 Mei-1 Juni 2023. Adapun, harga emas hitam tersebut anjlok 67,59% sepanjang tahun berjalan dan merosot 68,20% dalam satu tahun terakhir.

Penguatan harga batu bara tersebut terjadi di tengah perkiraan kenaikan permintaan batu bara di China pada Juni, sebagai produsen sekaligus konsumen batu bara terbesar dunia. Meski demikian, kenaikan harga tersebut dibatasi oleh tingginya persediaan.

Melansir Shanghai Metal Market (SMM), data Departemen Statistik dan Informasi Asosiasi Industri Batu Bara China menunjukkan, total produksi batu bara mentah dari 10 perusahaan teratas China mencapai 780 juta metrik ton (mt) pada Januari-April 2023.

Angka tersebut meningkat 23,03 juta mt secara tahunan dan masih separuh atau 51% dari total output batu bara mentah yang diproduksi oleh perusahaan di atas ukuran yang ditentukan.

Di sisi lain, laporan dari outlet media pemerintah pada Jumat (2/6) menunjukkan bahwa pembangkit listrik China, China Energy Investment Corporation, telah memulai operasi di fasilitas penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS) terkait batu bara terbesar di Asia.

Melansir Reuters, penangkapan karbon tersebut menjadi area fokus untuk pembangkit listrik utama China karena negara tersebut mengejar rencana untuk mencapai puncak emisi karbonnya pada 2030 mendatang.

Laporan tersebut juga menunjukkan, China memiliki sekitar 40 proyek demonstrasi CCUS yang beroperasi atau sedang dibangun dengan total kapasitas penangkapan tahunan mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.

(Baca: China dan India Tingkatkan Produksi, Harga Batu Bara Melemah)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags