Terpengaruh Mendidihnya Minyak Mentah, Harga CPO Lanjutkan Reli

Harga minyak sawit mentah (CPO) di bursa berjangka Malaysia melanjutkan reli tiga hari berturut-turut pada Rabu (23/03). Ini terjadi setelah CPO mengalami penurunan mingguan terburuk sejak 1986.

Winarni

Mar 24, 2022 - 10:30 AM

Data

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di bursa berjangka Malaysia melanjutkan reli tiga hari berturut-turut pada Rabu (23/03). Ini terjadi setelah CPO mengalami penurunan mingguan terburuk sejak 1986.

Kenaikan CPO didukung oleh harga minyak mentah yang kembali mendidih. Begitu pula dengan harga minyak nabati pesaing yang juga menguat.

Secara rinci, harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak April 2022 menguat ke level RM6.704/ton pada penutupan perdagangan kemarin. Harga tersebut naik 233 poin atau 3,60% dari penutupan sesi sebelumnya di RM6.471/ton.  

Untuk kontrak Mei 2022, harga CPO berjangka di Malaysia juga menguat 275 poin atau 4,47% dari RM6.155/ton ke level RM6.6.430/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak Juni 2022 menguat 225 poin atau 3.77% dari RM5.967/ton ke level RM6.192/ton. 

Harga minyak mentah global berbalik arah lebih tinggi pada Rabu (23/03) dan menghapus kerugian dari sesi sebelumnya. Melansidr dari Reuters, keadaan itu terjadi setelah data industri menunjukkan stok minyak mentah AS turun pekan lalu.

Berkurangnya stok minyak AS menegaskan pasokan global yang makin ketat setelah Rusia menerima sanksi ekonomi karena menginvasi Ukraina. Atas dasar itu, CPO menjadi pilihan lebih menarik untuk bahan baku biodiesel. 

Sementara itu, minyak kedelai di Chicago Board of Trade meningkat 0,28%. Harga minyak sawit di Dalian Commoditty Exchange meningkat 2,86%. Sedangkan, harga minyak kedelai kontrak teraktif di bursa tersebut turun 0,62%.

Di sisi lain, Komisi Eropa mencatat impor kedelai Uni Eropa untuk musim 2021/2022 yang dimulai pada Juli telah mencapai 9,86 juta ton pada per Maret 2022. Jumlah itu masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 10,69 juta ton.

(Baca: Minyak Sawit Lanjutkan Penguatan di Sesi Kedua)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags