Usai 2 Hari Tertekan, Harga Minyak Mentah Rebound

Harga minyak mentah dunia rebound pada perdagangan Rabu (21/6) sore. Minyak berbalik menguat setelah dua sesi berturut-turut mengalami pelemahan.

Winarni

Jun 21, 2023 - 3:15 PM

Data

Harga minyak mentah dunia rebound pada perdagangan Rabu (21/6) sore. Minyak berbalik menguat setelah dua sesi berturut-turut mengalami pelemahan.

Pergerakan laju minyak juga terjadi di tengah ekspektasi pembicaraan Federal Reserve yang hawkish dan kemungkinan penarikan stok minyak mentah AS melebihi kekhawatiran permintaan China.

Pada perdagangan Rabu (21/6) pukul 15.05 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2023 naik 1,42% menjadi US$71,50 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus 2023 naik 0,36% ke level US$76,17 per barel di London ICE Futures Exchange.   

Pasar saat ini menunggu testimony atau kesaksian Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres AS pada Rabu waktu setempat. Pasar berharap ada petunjuk tentang pergerakan suku bunga selanjutnya di negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Sementara itu, dua pembuat kebijakan Fed dan seorang ekonom yang dinominasikan untuk bergabung dengan mereka di dewan bank sentral yang berbasis di Washington pada Selasa lalu mengatakan, fokus mereka adalah menurunkan inflasi yang terlalu tinggi sehingga ekonomi AS dapat kembali ke pertumbuhan yang berkelanjutan. Prospek pertumbuhan yang berkelanjutan diharapkan dapat ikut meningkatkan permintaan minyak.

Akan tetapi, ketidakjelasan tentang kecepatan pemulihan permintaan di China, yang merupakan importir minyak utama dunia, membatasi kenaikan harga. Saat ini, pemerintah China sedang mencari pendorong pertumbuhan. Adapun pada Selasa lalu, bank sentral China telah memangkas suku bunga pinjaman (LPR) untuk pertama kalinya dalam 10 bulan, dengan penurunan 10 basis poin. Namun besaran pemangkasan itu lebih kecil dari harapan pasar.

(Baca: Harga Minyak Naik Terbatas, Pemangkasan Suku Bunga China Disorot)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags