8 Emiten Batu Bara Tebar Dividen Final 2022, Siapa Tertinggi?

Setidaknya ada 8 emiten batu bara yang telah mengumumkan membagikan dividen final tahun buku 2022. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menduduki peringkat teratas sebagai penebar dividen tertinggi dengan nilai mencapai Rp6.416,00 per saham. Disusul PTBA, MBAP, MCOL, BYAN, dan lainnya.

Winarni

Jun 16, 2023 - 1:37 PM

Data

Hingga pekan kedua Juni 2022, setidaknya sudah ada delapan emiten produsen batu bara yang mengumumkan pembagian dividen final untuk tahun buku 2022.

Berdasarkan data yang dihimpun DataIndonesia.id, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menempati posisi teratas emiten produsen batu bara dengan pembagian nilai dividen final per saham mencapai Rp6.416,00 per saham atau setara Rp7,27 triliun. Dividen tunai tersebut telah dibagikan pada 18 April 2023.

Sebelumnya, perseroan juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp4.128 per saham yang telah dibagikan pada 22 November 2022. Sehingga secara total ITMG membagikan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp10.274 per saham atau setara Rp11.82 triliun.

Jika melihat kinerja keuangannya, sepanjang 2022 emiten berkode ITMG itu membukukan laba bersih US$1,20 miliar atau setara dengan Rp18,88 triliun (asumsi kurs per 30 Desemaber 2022 Rp15.731/Rp). Nilai tersebut melonjak tajam 152,34% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$475,57 juta atau setara dengan Rp6,79 triliun (asumsi kurs per 31 Desember 2022 Rp14.269/Rp).

Posisinya diikuti oleh emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan nilai dividen final Rp1.090,87 per saham. Keputusan tersebut dicapai berdasarkan RUPST yang digelar pada Kamis (15/6). Para pemegang saham menyetujui perseroan untuk membagikan 100% keuntungan PTBA tahun buku 2022 yang senilai Rp12,6 triliun sebagai dividen final. 

Adapun jadwal pembayaran dividen PTBA akan diumumkan setelah menyampaikan risalah RUPS ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembayaran dividen saham biasanya akan berlangsung paling lambat sebulan setelah penyampaian risalah RUPS.

Terkait kinerja usahanya, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,57 triliun pada 2022. Nilai tersebut melonjak 58,90% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,91 triliun.  

(Baca: Sorotan Pasar 16 Juni 23: Dividen BUMN Tambang hingga Mandalika)

Di posisi ketiga ada PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) yang membagikan dividen final sebesar Rp963,00 per saham atau setara dengan Rp1,18 triliun. MBAP telah pembagian dividen pada 13 Juni 2023. Pembagian dividen tersebut sejalan dengan capaian kinerja yang memuaskan sepanjang tahun lalu.

MBAP mencatatkan laba bersih sebesar US$179,39 juta atau setara dengan Rp2,82 triliun (asumsi kurs per Desember 2022 Rp15.731/US$) sepanjang 2022. Capaian tersebut tumbuh signifikan 78,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$100,56 juta setara dengan Rp1,43 triliun (asumsi kurs per Desember 2021 Rp14.269/US$).

Selanjutnya ada PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) yang membagikan dividen final tahun buku 2022 sebesar Rp650,00 per saham atau setara Rp2,31 triliun. Dividen tersebut telah dibagikan kepada investor pada 17 Mei 2023.

Sepanjang 2022, MCOL mencatatkan laba bersih 2022 sebesar US$352,3 juta atau setara Rp5,34 triliun, naik 29,85% secara tahunan dari US$271,3 juta pada 2021.

Kemudian ada emiten milik konglomerat Low Tuck Kwong yakni PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang membagikan dividen final sebesar US$0,024 atau setara Rp352,18 per saham dengan total Rp11,79 triliun. Dividen tersebut telah dibayarkan pada 23 Mei 2023. Sebelumnya, perseroan juga telah membagikan dividen interim sebesar US$0,03 per saham atau dengan US$1 miliar pada 5 Januari 2023.

Pada 2022, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) membukukan pertumbuhan laba bersih 79,63% mencapai US$2,18 miliar atau setara dengan Rp34,27 triliun (asumsi kurs per Desember 2022 Rp15.731/US$). Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,21 miliar atau setara dengan Rp17,30 triliun (asumsi kurs per Desember 2021 Rp14.269/US$).

Kemudian ada PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) yang membagikan dividen final sebesar Rp341,40 per saham atau setara dengan Rp893,28 miliar dari laba bersih tahun buku 2022. Dividen tersebut dibayarkan pada 16 Juni 2023.

Perseroan berhasil membukukan kinerja keuangan tahun buku 2022 yang positif. BSSR mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan keentitas induk yang tumbuh signifikan sebesar 28,91% menjadi US$239,90 juta atau setara Rp3,77 triliun (asumsi kurs per Desember 2022 Rp15.731/US$) dari sebelumnya US$205,16 juta atau setara Rp2,93 triliun (asumsi kurs per Desember 2021 Rp14.269/US$).

Adapun, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) berada di urutan ketujuh dengan nilai dividen final Rp240,78 per saham atau setara Rp7,43 triliun. Dividen final tersebut telah dibagikan pada 6 Juni 2023. Dividen tersebut diambil dari laba bersih sepanjang 2022, di mana laba bersih ADRO melonjak 167,07% secara tahunan (yoy).

ADRO mencetak laba bersih US$2,49 miliar atau setara Rp39,22 triliun (asumsi kurs Desember 2022 Rp15.731/US$) pada tahun lalu dari tahun sebelumnya sebesar sebesar US$933,49 juta atau setara Rp13,32 triliun (asumsi kurs Desember 2021 Rp14.269/US$). Selama lima tahun terakhir laba bersih tersebut merupakan yang tertinggi berhasil diraih perseroan.

Di posisi terakhir ada PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang telah membagikan dividen finalnya pada 17 Mei 2023 sebesar Rp208,00 per saham atau setara Rp1,08 triliun. Sebelumnya perseroan juga telah membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar Rp595,52 miliar atau Rp114,46 per saham pada 30 Agustus 2022.

Dividen yang ditebar perseroan berasal dari perolehan laba bersih 2022 yang tercatat sebesar US$452,68 juta atau setara Rp7,12 triliun (asumsi kurs per Desember 2022: 15.731/US$). Nilai tersebut melonjak 684,27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$57,72 juta atau setara dengan Rp823,60 miliar (asumsi kurs per Desember 2021: 14.269/US$).  Adapun jumlah laba bersih periode 2022 ini merupakan yang terbesar sejak 2018, dan setelah dua periode mengalami kerugian berturut-turut.

(Baca: 8 Emiten dengan Dividen Tertinggi, Periode Cum Date 12 – 16 Juni)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags