Kinerja Emiten: Laba LIFE Melejit 60% pada Kuartal II/2022

PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (Sinarmas MSIG Life) mencatatkan kenaikan laba sebesar 60,02% secara tahunan pada kuartal II/2022.

Dyah Ayu Kartika

Sep 7, 2022 - 3:00 PM

Data

PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (Sinarmas MSIG Life) mencatatkan kenaikan laba sebesar 60,02% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2022.

Tercatat perusahaan dengan kode saham LIFE itu membukukan laba periode berjalan senilai Rp193,65 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang senilai Rp121,02 miliar. 

Namun dari sisi pendapatan premi neto, perusahaan mencatat penurunan sebesar 39,73% (yoy) menjadi Rp1,15 triliun dari sebelumnya yang mencapai Rp1,9 triliun. Sementara hasil investasi Sinarmas MSIG Life tercatat mencapai Rp393,51 miliar dibandingkan sebelumnya yang tercatat minus Rp21,68 miliar. 

Adapun total pendapatan perusahaan menurun 17,13% dari Rp1,93 triliun pada kuartal II/2022 menjadi Rp1,6 triliun. Seiring dengan turunnya pendapatan, perusahaan mampu menekan dari sisi beban. 

Per Juni 2022, beban klaim dan manfaat neto perusahaan sebesar Rp939,28 miliar atau menyusut 33,07% (yoy) dibandingkan dengan periode serupa yang menyentuh nilai Rp1,4 triliun. 

Secara total, beban perusahaan juga menurun 22,25% (yoy) menjadi Rp1,38 triliun. Penyusutan yang terjadi dari sisi beban inilah yang menopang capaian laba bersih perusahaan.

Lalu total aset yang dimiliki perusahaan mengalami penurunan 3,30% (yoy) menjadi Rp15,48 triliun dari semula yang senilai Rp16 triliun. Adapun liabilitas perusahaan turun 5,91% (yoy) menjadi Rp7,67 triliun dan dana peserta ikut turun 12,32% (yoy) ke nilai Rp294,81 miliar. Selain itu, ekuitas perusahaan pun turun tipis 0,06% dari kuartal II/2021 yang sebesar Rp7,52 triliun menjadi Rp7,51 triliun pada periode kuartal II/2022. 

Manajemen perusahaan mengatakan bahwa akan fokus menggenjot produk yang bersifat premi reguler dan mengurangi porsi produk-produk premi tunggal. Pengurangan porsi produk premi tunggal atau single premium dilakukan karena perusahaan ingin mengurangi paparan risiko fluktuasi pasar. Hal ini menjadi strategi jangka panjang bagi perusahaan.

(Baca: Laba Bersih Buana Finance Melambung 587,91% pada Kuartal II/2022)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags