Kinerja Emiten: TINS Catat Laba Rp50 miliar per Kuartal I/2023

Emiten BUMN, produsen dan eksportir logam timah, PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) membukukan laba bersih yang daoat distribusikan kepada entitas induk senilai Rp50,28 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Theresia Gracia Simbolon

May 5, 2023 - 2:18 PM

Data

Emiten produsen dan eksportir logam timah, PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) membukukan laba bersih yang dapat distribusikan kepada entitas induk senilai Rp50,28 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Namun nilai tersebut turun 91,64% dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun lalu senilai Rp601,47 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2023, terpantau tergerusnya laba bersih perseroan terjadi seiring dengan penurunan pendapatan perseroan sebesar 50,58%. Per Maret 2023, perseroan mencatatkan pendapatan Rp2,17 triliun dari sebelumnya Rp4,39 triliun per Maret 2022.

Jika dilihat dari wilayah penjualan, kontributor utama pendapatan perseroan berasal dari penjualan ekspor sebesar Rp1,89 triliun atau 87,31% dari total pendapatan TINS pada Maret 2023. Namun nilai tersebut turun 53,48% dari periode sebelumnya yang tercatat Rp4,08 triliun.

Sementara itu, penjualan untuk wilayah lokal tercatat Rp275,43 miliar pada kuartal I/2023. Angka tersebut juga turun 13,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp317,58 miliar.

(Baca: 8 Emiten Pencetak Pendapatan Terbesar Sepanjang 2022)

Adapun jika dilihat dari segmen usahanya, pendapatan perseroan didominasi oleh penjualan logam timah hingga 79,78% dari total pendapatan perseroan. Hingga akhir Maret 2023, penjualan perseroan dari segmen tersebut tercatat sebesar Rp1,73 triliun. Namun nilai tersebut turun 51,77% dari sebelumnya Rp3,59 triliun.

Lalu ada penjualan tin chemical senilai Rp176,44 miliar, penjualan batu bara Rp78,96 miliar, tin soldier sebesar Rp79,55 miliar, jasa galangan kapal Rp54,65 miliar, real estate Rp37,99 miliar, jasa pengangkutan dan asuransi Rp8,3 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp3,29 miliar. Namun pada tiga bulan pertama tahun ini, perseroan tidak memeroleh pendapatan dari nikel.

Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok penjualan juga turun 41,90% menjadi Rp1,91 triliun dari sebelumnya Rp3,28 triliun. Alhasil, laba bruto turun 76,26% menjadi Rp263,39 miliar dari semula Rp1,11 triliun.

Sementara itu, beban umum dan administrasi perseroan mengalami kenaikan 26,98% menjadi Rp220,37 miliar dari Rp173,55 miliar. Di sisi lain, sejumlah beban terpantau turun seperti beban penjualan yang menyusut 57,36% menjadi Rp21,69 miliar dari sebelumnya tercatat Rp50,87 miliar.

Beban keuangan perusahaan juga turun tipis 2,14% menjadi Rp55,85 miliar dari semula Rp57,07 miliar. Adapun pendapatan keuangan TINS turun tipis 0,30% menjadi Rp4,27 miliar dari Rp4,28 miliar.

Sementara itu, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini perusahaan juga mencatatkan penurunan tajam bagian atas laba entitas asosiasi sebesar 46,39% menjadi Rp4,47 miliar dari sebelumnya tercatat Rp8,34 miliar. Tidak hanya itu, perusahaan juga mencatatkan kerugian selisih kurs hingga Rp24,12 miliar dari sebelumnya membukukan keuntungan selisih kurs mencapai Rp8,27 miliar.

(Baca: Kinerja Indika Energy (INDY) Kuartal I/2019-Kuartal I/2023)

Beralih ke pos aset, perseroan membukukan total aset Rp12,86 triliun per Maret 2023. Angka ini turun tipis 1,60% dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp13,07 triliun. Jumlah ini terdiri dari aset lancar senilai Rp5,47 triliun dan aset tidak lancar senilai Rp5,63 triliun.

Penurunan total aset ini terjadi seiring dengan penurunan total liabilitas sebesar 3,65% menjadi Rp5,81 triliun pada akhir Maret 2023 dari RpRp6,03 triliun pada akhir Desember 2022. Jumlah tersebut terdiri dari total liabilitas jangka pendek senilai Rp2,39 triliun dan total liabilitas jangka panjang senilai Rp3,41 triliun.

Sementara itu, jumlah ekuitas naik terpantau naik tipis 0,16% menjadi Rp7,05 triliun dari sebelumnya tercatat senilai Rp7,04 triliun.

(Baca: Dashboard Kinerja Emiten Non-Perbankan di Indonesia 2019-2021)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags