Laporan Keuangan Kementerian Perindustrian TA 2020 (Audited)

Laporan Keuangan Kementerian Perindustrian TA 2020 Audited yang terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan TA 2020.

Nur Affifah Al Jannah

Dec 1, 2021 - 6:08 PM

Laporan

Laporan Keuangan Kementerian Perindustrian TA 2020 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Laporan keuangan ini meliputi:

1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan realisasi anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan-LRA dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember TA 2020.

a. Realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan 31 Desember TA 2020 adalah berupa PNBP sebesar Rp215.802.698.631,00 atau mencapai 79,04% dari estimasi pendapatan-LRA sebesar Rp273.029.877.490,00. 

b. Realisasi belanja negara sampai dengan 31 Desember TA 2020 sebesar Rp1.975.729.108.365,00 atau mencapai 93,73% dari alokasi anggaran sebesar Rp2.107.801.309.000,00.  

2. NERACA 

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal 31 Desember TA 2020. 

Nilai aset per 31 Desember TA 2020 dicatat dan disajikan sebesar Rp12.188.784.101.174,00 yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp204.736.166.657,00, aset tetap (netto) sebesar Rp11.789.971.001.973,00, piutang jangka panjang sebesar Rp91.601.942,00, dan aset lainnya (netto) sebesar Rp193.985.330.602,00. Nilai kewajiban dan ekuitas masing-masing sebesar Rp35.214.099.627,00 dan Rp12.153.570.001.547,00.

3. LAPORAN OPERASIONAL

Laporan operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban, surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan non operasional, surplus defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar. 

Pendapatan-LO untuk periode yang berakhir sampai dengan 31 Desember TA 2020 adalah sebesar Rp210.847.987.215,00, sedangkan jumlah beban operasional sebesar Rp2.336.525.847.750,00, sehingga terdapat defisit dari kegiatan operasional senilai (Rp2.125.677.860.535,00). Kegiatan non-operasional mengalami defisit sebesar (Rp68.357.876.186,00) dan pos luar biasa sebesar Rp0,00, sehingga entitas secara keseluruhan mengalami defisit-LO sebesar (Rp2.194.035.736.721,00).  

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags