8 Saham Big Caps Teratas BEI per Agustus 2023, AMMN Lampaui ASII

Pada akhir Agustus 2023, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp10,24 triliun. BBCA tak tergeser menduduki posisi puncak saham pemilik market cap terbesar. Adapun AMMN bertukar posisi dengan ASII. Berikut rinciannya.

Winarni

Sep 1, 2023 - 9:15 AM

Data

Hingga penutupan perdagangan akhir Agustus 2023, kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp10,24 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi 2,22% dari posisi akhir Juli sebesar Rp10,02 triliun.

Kenaikan market cap di pasar modal Indonesia juga turut disumbang oleh kehadiran sejumlah emiten baru serta pertumbuhan kapitalisasi pasar sejumlah emiten.

Terpantau, market cap PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang baru listing di bursa 7 Juli 2023 melesat masuk jajaran delapan teratas emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar. AMMN bahkan bertukar posisi dengan PT Astra International Tbk. (ASII) yang pada bulan sebelumnya menempati urutan keenam.

BBCA 

Sementara itu, posisi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tetap kokoh menempati posisi puncak emiten dengan kapitalisasi pasar tertinggi. Hingga akhir Agustus 2023, market cap BBCA tercatat mencapai Rp1.119,74 triliun. Proporsi nilai tersebut setara dengan 10,93% dari total market cap pasar modal di Indonesia.

Adapun saham BBCA bertengger di level Rp9.175 per saham pada akhir bulan Agustus. Kokohnya saham BBCA diiringi oleh kinerja keuangan yang tumbuh positif. Sepanjang semester I/2023, laba bersih konsolidasian perseroan tumbuh 34,02% menjadi Rp24,19 triliun dari posisi tahun sebelumnya Rp18,05 triliun.

BBRI 

Selanjutnya, saham dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua masih ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai mencapai Rp832,74 triliun. Nilai tersebut setara dengan 8.13% dari total market cap BEI pada akhir Agustus.

Adapun per 31 Agustus 2023 harga saham BBRI parkir di level Rp5.550 per saham. Jika menilik kinerja fundamental BBRI sepanjang Juni 2023, laba bersih perseroan  tumbuh 18,70% (yoy) menjadi Rp29,42 triliun dari sebelumnya Rp24,79 triliun.

BYAN 

Kemudian, di posisi ketiga tetap ditempati oleh PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp625,83 triliun atau 6,11% dari total market cap hingga akhir Agustus 2023. Harga saham BYAN berada di level Rp18.775 per saham.

Namun, sepanjang Juni 2023, kinerja usaha emiten batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong itu membukukan penurunan laba bersih 24,67% menjadi US$723,85 juta atau setara Rp10,86 triliun (asumsi kurs per Juni 2023 Rp15.000/US$) dari US$970,76 juta atau setara Rp14,41 triliun (asumsi kurs per Juni 2022 Rp14.484/US$) pada Juni 2022.

BMRI 

Posisinya diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp556,71 triliun atau 5,43% dari total market cap. Pada perdagangan per akhir Agustus 2023, harga saham BMRI berada di level Rp6.025 per saham. Secara fundamental, laba bersih BMRI sepanjang Juni 2023 meningkat signifikan 24,85% menjadi Rp25,23 triliun dari Rp20,21 triliun per Juni 2022.

TLKM 

Di posisi kelima ditempati oleh PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM) dengan market cap sebesar Rp369,50 triliun. Proporsi nilai itu mencapai 3,61% dari total kapitalisasi pasar hingga akhir Agustus 2023. Harga saham TLKM per 31 Agustus 2023 bertengger pada level Rp3.730per saham.

Per semester I/2023, laba bersih emiten jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia ini tercatat tergerus 4,16% menjadi Rp12,76 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp13,31 triliun.

AMMN

Di posisi keenam ada emiten yang bergerak di perusahaan holding dan baru listing pada 7 Juli 2023, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Nilai market cap AMMN langsung melesat melampaui ASII dengan nilai Rp325,78 triliun atau setara 3,18% dari total market cap BEI. AMMN memasang harga IPO sebesar Rp1.695 dan pada akhir perdagangan 31 Agustus 2023, harga sahamnya sudah mencapai Rp4.530 per saham.

ASII 

Sementara PT Astra International Tbk. (ASII) turun ke posisi tujuh dengan nilai market cap mencapai Rp261,12 triliun. Proporsi nilai tersebut setara dengan 2,55% dari total market cap BEI dengan harga saham ASII per 31 Agustus 2023 sebesar Rp6.450 per saham. Sepanjang Juni 2023, laba bersih emiten induk konglomerasi Astra itu mengalami penurunan 3,99% menjadi Rp17,45 triliun dari sebelumnya Rp18,17 triliun.

TPIA 

Di posisi terakhir ada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang tercatat memiliki kapitalisasi pasar mencapai Rp188,60 triliun. Nilai tersebut setara dengan 1,84% dari keseluruhan kapitalisasi pasar di bursa. Harga saham TPIA pada akhir perdagangan 31 Agustus 2023 berada pada level Rp2.180 per saham.

Jika melihat kinerja usahanya, TPIA berhasil menekan kerugian menjadi US$0,59 juta atau setara Rp8,79 miliar (asumsi kurs per Juni 2023 Rp15.000/US$) pada Juni 2023. Kerugian tersebut menyusut 99,08% jika dibandingkan dengan kerugian pada Juni 2022 yang mencapai US$64,62 juta atau setara Rp959,52 miliar (asumsi kurs per Juni 2022 Rp14.848/US$).

(Baca: Kapitalisasi BEI Melonjak, AMMN Masuk Top 8 Big Caps Juli 2023)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags