Deretan 8 Saham Properti Paling Moncer Sepanjang 2023 Berjalan

Sebanyak 24 saham yang bergerak di sektor properti dan real estat terpantau melaju di zona hijau sepanjang tahun 2023 berjalan. Adapun posisi puncak ditempati oleh saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk. (FMII) yang harga sahamnya melejit hingga 126,56% (ytd).

Dyah Ayu Kartika

Feb 28, 2023 - 3:04 PM

Data

Industri properti mulai kembali menggeliat. Hal tersebut terjadi di tengah kondisi pandemi yang terus melandai membuat aktivitas masyarakat kembali meningkat dan daya beli konsumen juga terus terjaga. Meskipun demikian, laju pemulihannya memang belum terlalu cepat

Mengutip Bisnis.com, tren pencarian properti untuk harga di atas Rp1 miliar dilaporkan terus meningkat. Sejumlah wilayah di Jabodetabek tetap menunjukkan tren positif pada kuartal keempat ini, seperti kawasan Kabupaten Tangerang dan Bogor.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Report Q1 2023 menunjukkan indeks harga naik tipis sebesar 1% secara kuartalan pada kuartal IV/2022, dan indeks suplai meningkat sangat tipis sebesar 0,3%.

Sementara itu, pada periode yang sama indeks permintaan properti residensial menunjukkan penurunan hingga 40,4% secara kuartalan. Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan bahwa turunnya indeks permintaan tersebut merupakan tren musiman yang disertai dengan kenaikan suku bunga acuan dan kondisi makroekonomi secara global.

(Baca: Penjualan Properti Residensial Melambat pada Kuartal IV/2022)

Di tengah masa pemulihan, sejumlah saham-saham di sektor properti menunjukkan laju pergerakan yang beragam. Berdasarkan pantauan DataIndonesia.id, indeks sektor properti dan real estat masih mengalami koreksi 2,2% secara tahun berjalan (ytd) ke level 695 hingga penutupan perdagangan Senin (27/2).

Dari 85 saham yang bergerak di sektor properti dan real estat tercatat sebanyak 24 emiten mengalami kenaikan harga sepanjang 2023 berjalan. Namun, sebanyak 25 saham tercatat stagnan dan 36 saham lainnya mengalami koreksi.

Sementara itu, dari 24 saham yang melaju di zona hijau, PT Fortune Mate Indonesia Tbk. (FMII) tercatat menjadi emiten properti dan real estat yang paling moncer. Saham FMII melejit 126,56% (ytd) ke level 580 pada penutupan perdagangan awal pekan ini dari posisi penutupan akhir tahun lalu, 30 Desember 2022 di level 256. Pada Senin (27/2), saham FMII tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebanyak Rp1,58 triliun dengan nilai transaksi mencapai Rp48,23 juta.

Di bawah FMII ada saham PT Metro Realty Tbk. (MTSM) dengan kenaikan harga saham sepanjang 2023 berjalan sebesar 60,51% (ytd) ke posisi 252 per Senin (27/2). Kapitalisasi pasar MTSM berada di posisi Rp58,68 miliar dengan nilai transaksi Rp231,73 juta.

Berikutnya ada saham PT Puri Global Sukses Tbk. (PURI) yang melonjak 28,07% (ytd) ke level 292. Saham PURI mencatatkan kapitalisasi pasar senilai Rp292 miliar. Diikuti saham PT Andalan Sakti Primarindo Tbk. (ASPI) yang bertengger di level 111, mengalami apresiasi 24,72% (ytd). Adapun saham ASPI memiliki kapitalisasi pasar sejumlah Rp75,68 miliar.

Selanjutnya terdapat saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM) yang melaju ke zona hijau 14,92% (ytd) ke level 208. Kemudian saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) menguat 11,28% (ytd) menuju ke posisi 148.

Di posisi ketujuh ada saham PT Roda Vivatex Tbk. (RDTX) dengan kenaikan harga saham 8,89% (ytd) ke level 10.100. Adapun posisi terakhir delapan saham properti dan real estat yang paling cuan ditempati oleh PT Royalindo Investa Wijaya Tbk. (INDO). Sepanjang 2023 berjalan, saham INDO terkerek 8,79% (ytd) ke level 99.

Sementara itu, sejumlah saham properti dengan kapitalisasi pasar jumbo juga ada yang melaju di zona hijau sepanjang tahun berjalan ini. Saham PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) misalnya, tercatat menguat 1,32% (ytd) ke level 462. Lalu saham PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) sahamnya naik 3,26% (ytd) menuju level 950, dan saham PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) juga masih menguat 5,32% (ytd) ke 990.

(Baca: Deretan 8 Big Caps Emiten Batu Bara, Ini Pergerakan Sahamnya)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags