IHSG Akhirnya Rebound, TLKM Diborong Asing

Pada akhir perdagangan Kamis (2/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound ke zona hijau setelah dua hari perdagangan berturut-turut parkir di zona merah.

Dyah Ayu Kartika

Dec 2, 2021 - 11:56 PM

Data

Pada akhir perdagangan Kamis (2/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound ke zona hijau. Hal tersebut setelah dua hari perdagangan berturut-turut parkir di zona merah. 

IHSG ditutup naik 1,17% atau 76,14 poin bertengger di level 6.583,82. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.484,58 hingga level 6.586,9. 

Kapitalisasi pasar pun tercatat sebesar Rp8.181,83 triliun dengan 291 saham menghijau, 231 saham melemah, dan 139 saham lainnya stagnan. Sektor perindustrian menguat paling siginifikan hingga 3,19%, diikuti sektor energi yang naik 2,27%.

Investor asing melakukan aksi beli bersih dengan catatan net buy sebesar Rp77,16 miliar di seluruh pasar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) paling banyak diborong oleh investor asing dengan nilai beli bersih Rp115,51 miliar. Saham TLKM pun terdongkrak 1,96% ke level 4.160. 

Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dikoleksi asing hingga Rp59,01 miliar dan membuat sahamnya naik 2,74% ke level 7.500. Investor asing juga terlihat memborong saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) sebanyak Rp48,21 miliar. 

Di sisi lain, aksi jual bersih investor asing masih terjadi. Hal tersebut paling banyak menimpa saham PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang dilego Rp38,90 miliar. 

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen dari Covid-19 varian Omicron dan dampaknya terhadap perekonomian global. Pada saat ini, beberapa negara mulai kembali mengetatkan aturan perjalanan dari negara lain sambil terus mendorong percepatan program vaksinasi. 

Program vaksinasi di Indonesia sendiri telah mencapai 67,65% untuk tahap pertama per 2 Desember 2021 pukul 12.00. Persentasenya untuk tahap kedua tercatat sebesar 46,73%.

Petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, 24 negara tercatat telah melaporkan kasus varian Omicron. Namun, beberapa indikasi atau gejala awal yang terjadi sebagian besar ringan dan tidak ada yang tergolong parah.

Selain itu, pelaku pasar mengamati ada atau tidaknya faktor musiman pasar saham yang terjadi di Desember 2021 atau yang lebih dikenal dengan window dressing. Fenomena ini merupakan strategi untuk mempercantik portofolio yang dilakukan oleh perusahaan maupun manajer investasi.

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags