IHSG Berbalik ke Zona Merah, Sektor Properti Paling Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,12% atau 8,64 poin menuju level 7.188,31 pada perdagangan Rabu (21/9).

Dyah Ayu Kartika

Sep 21, 2022 - 5:00 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah dan melemah 0,12% atau 8,64 poin menuju level 7.188,31 pada akhir perdagangan Rabu (21/9). IHSG bergerak di rentang harian terendah pada level 7.134,79 hingga level tertingginya di 7.204,9. 

Sektor properti memimpin pelemahan indeks komposit dengan koreksi mencapai 1,47%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 1,15%. Tercatat sebanyak 202 saham menguat, 334 saham melemah dan 155 saham lainnya ditutup stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat berada di posisi Rp9.460,51 triliun dan volume saham yang diperdagangkan 27,47 miliar lembar saham dengan nilai Rp13,03 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi yang paling banyak ditransaksikan secara volume yakni sebanyak 6,72 miliar lembar dengan nilai Rp1,07 triliun. Namun, BUMI parkir pada harga 157 atau turun 6,55%. Selanjutnya, saham yang banyak ditransaksikan adalah BIPI dengan volume 1,24 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp188,9 miliar. Saham DEWA menyusul sebagai saham paling aktif ditransaksikan dengan volume 791,58 juta saham dan nilai Rp49,81 miliar. 

Pada jajaran saham berkapitalisasi besar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi saham dengan koreksi terdalam, yakni sebesar 1,12% dan parkir pada level 4.430. Selanjutnya terdapat saham BBCA yang turun 0,88% ke harga 8.475 dan GOTO yang terkoreksi 0,75% ke 264. 

Pasar obligasi AS menunjukkan imbal hasil yang terus melonjak ke level tertinggi baru multi-tahun. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik menjadi 3,57% dari sebelumnya 3,49% atau tertinggi sejak April 2011. Imbal hasil obligasi dua tahun, yang terkait erat dengan ekspektasi kebijakan moneter, terdorong ke 3,97% dari semula 3,95%, tertinggi sejak Oktober 2007.

Sementara itu dari dalam negeri Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan suku bunga 7-day reverse repo rate setidaknya 25 basis poin merespons langkah The Fed yang diprediksi juga akan agresif,  di tengah potensi kenaikan inflasi serta pelemahan rupiah. 

Isu kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia serta pelemahan rupiah jelang rapat The Fed cukup memberikan tekanan kepada IHSG. Sentimen negatif yang menyelimuti pasar saham Tanah Air menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait tingkat suku bunga acuan diperkirakan merembet ke sejumlah sektor.

(Baca: IHSG Naik Tipis, Saham GOTO Melambung)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags