IHSG Fluktuatif, Data Inflasi dan ARB 15% Disorot (5 Juni 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau berfluktuasi pada perdagangan pertama bulan ini, Senin (5/6). Indeks ditutup menguat tipis 0,003% atau setara 0,18 poin menuju level 6.633,44. Adapun rilis data inflasi dan implementasi auto rejection bawah (ARB) simetris tahap I sebesar 15% disorot pasar

Haratwadi Handoko

Jun 5, 2023 - 5:11 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau berfluktuasi pada perdagangan pertama bulan ini, Senin (5/6), setelah libur panjang akhir pekan. Indeks ditutup menguat tipis 0,003% atau setara 0,18 poin menuju level 6.633,44.

Sepanjang perdagangan, indeks komposit berfluktuasi, sempat melemah ke level harian terendah di posisi 6.609,91 dan menguat ke level tertinggi hariannya di posisi 6.663,71.

Tercatat 305 saham berhasil menguat, 237 saham melemah, dan 209 saham lainnya ditutup stagnan.

Kapitalisasi pasar tercatat berada pada posisi Rp9.410,08 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 23,86 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat Rp 15,05 triliun.

Deretan saham berkapitalisasi pasar besar yang ikut menopang laju gerak IHSG antara lain PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 5,81% ke level 6.825. Diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk. Naik 1,66% ke level 9.200.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik merilis data inflasi Mei 2023 sebesar 4% secara tahunan dan 0,09% secara bulanan. Angka tersebut lebih landai dari bulan sebelumnya yang tercatat 0,33% secara bulanan dan 4,33% secara tahunan.

Sementara itu, BEI juga mulai menerapkan implementasi auto rejection bawah (ARB) simetris tahap I sebesar 15% pada 5 Juni 2023 dari sebelumnya 7%. Pemberlakuan ARB simetris secara bertahap merupakan bagian dari normalisasi kebijakan relaksasi pandemi BEI

(Baca: Inflasi Tahunan Indonesia Melandai Jadi 4% pada Mei 2023)

Di sisi lain, bursa global terpantau menguat. Di Asia, indeks Strait Times tercatat naik 0,70%, indeks Shanghai Composite menguat 0,07%, indeks Hang Seng terapresiasi 0,84%, indeks Nikkei 225 melonjak 2,20% pada pukul 15.43 WIB.

Di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 1,07%, indeks S&P 500 naik 1,45%, dan Dow Jones melonjak 2,12% pada perdagangan Jumat (2/6).

Penguatan bursa global ditopang oleh laporan pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan pertumbuhan upah yang moderat pada Mei. Hal ini membuat pasar berspekulasi bahwa Federal Reserve akan menghentikan kenaikan suku bunga acuannya pada pertemuan 13-14 Juni mendatang. 

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, pertumbuhan pekerjaan di Negeri Paman Sam meningkat pada Mei, bahkan di tengah lonjakan tingkat pengangguran ke level tertinggi tujuh bulan sebesar 3,7%. Hal tersebut mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang mereda.

Di sisi lain, investor juga menyambut baik kesepakatan Washington yang berhasil menghindari gagal bayar utang di detik-detik terakhir setelah penandatanganan Undang-undang penangguhan pagu utang.

(Baca: IHSG Turun Sepekan, Sektor Teknologi Justru Melonjak)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags