IHSG Kembali Terkoreksi, Nada Hawkish The Fed Masih Bebani Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (27/9). IHSG terpantau terparkir pada posisi 7.112,45 atau terkoreksi 0,21% setara dengan 15,05 poin.

Dyah Ayu Kartika

Sep 27, 2022 - 4:30 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (27/9). IHSG terpantau terparkir pada posisi 7.112,45, setelah terkoreksi 0,21% setara dengan 15,05 poin.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang harian 7.075,65 hingga ke level 7.133,41. Sektor barang baku beratkan laju IHSG dengan koreksi paling dalam yakni sebesar 0,96%. Diikuti sektor keuangan yang turut melemah 0,34%.

Tercatat, 279 saham menguat, 263 saham melemah, dan 147 saham lainnya bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.360,23 triliun dan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 26,05 miliar unit saham dengan nilai Rp13,7 triliun.

Sejumlah saham bigcaps yang mengalami pelemahan antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang merosot 4,44% menuju level 2.370, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang terkoreksi 2,48% ke 8.850, dan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang melemah 1,56% ke posisi harga 252.

Lesunya IHSG sejalan dengan indeks utama bursa saham AS, Wall Street yang juga ditutup melemah. Tercatat Indeks Dow Jones Industrial Average koreksi 329,6 poin atau 1,11%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq ditutup masing-masing melemah 1,03% dan 0,6%.

Fokus pelaku pasar masih tertuju pada pidato Ketua The Fed, Jerome Powell pada Rabu (21/9) lalu yang cenderung memberikan nada hawkish terkait kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar mencemaskan ungkapan Powell yang memberikan sinyal akan membawa suku bunga menjadi 4,4% pada akhir 2022 dan naik menjadi 4,6% pada 2023 mendatang.

Imbas dari pengetatan ini, konsensus meyakini akan ada kenaikan 75 bps pada bulan November 2022. Selain itu, perlambatan ekonomi China juga berdampak pada sentimen di Kawasan Asia, mengingat status Negeri Panda ini sebagai pusat perdagangan utama untuk Kawasan Asia.

Dari Indonesia sendiri, IHSG melemah ketika mata uang Garuda terlihat menguat menguat 6 poin atau 0,04% menjadi Rp15.124 per dolar AS, sedangkan Indeks dolar AS terkoreksi 0,49% ke level 113,549. Hal ini terjadi akibat intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia baik melalui bauran strategi maupun pasar valas dan obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

(Baca: Perbandingan Indeks Saham Pilihan (26 September 2022))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags