IHSG Melemah Tipis, Saham GOTO Terkoreksi (20 Februari 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau mengalami pelemahan tipis pada penutupan perdagangan Senin (20/2) dengan koreksi 0,01% atau setara 0,99 poin ke level 6.894,72. IHSG melemah di tengah rilisnya kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV/2022.

Dyah Ayu Kartika

Feb 20, 2023 - 3:43 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau mengalami pelemahan tipis pada penutupan perdagangan Senin (20/2) dengan koreksi 0,01% atau setara 0,99 poin ke level 6.894,72. Sepanjang perdagangan, indeks komposit sempat menyentuh level harian tertinggi di posisi 6.910,51 dan terendah harian pada level 6.863,67.

Tercatat 203 saham berhasil menguat, 309 saham parkir di zona merah dan 208 saham lainnya ditutup stagnan. Sektor teknologi mengalami penurunan paling signifikan dengan koreksi 1,49% dan diikuti sektor perindustrian yang tertekan 0,82%. 

Kapitalisasi pasar tercatat berada pada posisi Rp9.538,46 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 21,59 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat sejumlah Rp8,95 triliun. 

Beberapa saham yang banyak ditransaksikan oleh investor antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan nilai transaksi Rp805,4 miliar dan saham GOTO melemah 2,4% ke posisi 122. Diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang mencatat nilai transaksi Rp430,8 miliar. Adapun saham BBRI stagnan di level 4.880. Lalu ada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang diperdagangkan senilai Rp350,6 miliar dan sahamnya menguat 0,29% ke 8.750. 

IHSG melemah di tengah rilisnya kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV/2022 yang tetap solid dan mampu menopang ketahanan eksternal Indonesia. NPI pada kuartal IV/2022 mencatat surplus US$4,7 miliar atau meningkat dibandingkan dengan kinerja kuartal sebelumnya yang tercatat defisit US$1,3 miliar. Kinerja NPI kuartal IV/2022 tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang tinggi dan perbaikan defisit transaksi modal dan finansial.

Transaksi berjalan kembali mencatatkan surplus sebesar US$4,3 miliar (1,3% dari PDB), dimana melanjutkan capaian surplus pada kuartal sebelumnya sebesar US$4,5 miliar (1,3% dari PDB). Kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap terjaga, didukung oleh harga komoditas ekspor yang cenderung tinggi.

Indeks utama bursa Asia terpantau variatif pada Senin (20/2) pukul 15.30 WIB. Indeks Nikkei 225 menguat 0,07%, Hang Seng menghijau 0,81%, Shanghai Composite melesat 2,06%, sedangkan Strait Times terkoreksi 0,56%.

Indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) juga terpantau bervariasi pada Jumat (20/2) waktu setempat. Nasdaq Composite terkoreksi 0,58%, S&P 500 turun 0,27%, sedangkan Dow Jones menguat 0,39%.

(Baca: Neraca Pembayaran RI Surplus US$4,7 Miliar pada Kuartal IV/2022)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags