IHSG Menghijau di Tengah Merahnya Bursa Global (24 Mei 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan Rabu (24/5). Indeks ditutup terapresiasi 0,14% atau setara 9,12 poin menuju posisi 6.745,8.

Dyah Ayu Kartika

May 24, 2023 - 4:33 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan Rabu (24/5). Indeks ditutup terapresiasi 0,14% atau setara 9,12 poin menuju posisi 6.745,8. Sepanjang perdagangan, indeks komposit berfluktuasi menyentuh level harian terendah di posisi 6.713,89 dan level tertinggi hariannya di posisi 6.755,88. 

Tercatat 230 saham berhasil menguat, 273 saham melemah, dan 231 saham lainnya ditutup stagnan. Indeks sektoral yang mengalami penguatan paling tajam adalah sektor infrastruktur dengan kenaikan 1,22%. Diikuti oleh sektor perindustrian yang mengalami penguatan 0,64%. 

Kapitalisasi pasar tercatat berada pada posisi Rp9.585,24 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 18,64 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat sejumlah Rp9,83 triliun. 

Deretan saham berkapitalisasi pasar besar yang ikut mendorong laju gerak IHSG antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan kenaikan 2,97% ke level 4.160. Lalu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang menanjak 1,82% ke posisi 5.600.

Dari dalam negeri, Perry Warjiyo kembali terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2023-2018 dan resmi dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Syarifuddin pada Rabu (24/5). Perry Warjiyo ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 38/P/2023 tanggal 5 Mei 2023.

Sebagaimana diketahui, Perry adalah calon tunggal Gubernur BI periode 2023-2028 yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menyebutkan bahwa dipilihnya kembali nama Perry untuk melanjutkan periode keduanya sebagai Gubernur BI telah melalui pertimbangan yang matang, mengingat kondisi global masih belum kondusif.

(Baca: Profil Perry Warjiyo)

Sementara itu, bursa global cenderung melemah. Di Asia, indeks Strait Times tercatat turun 0,21%, indeks Shanghai Composite terkoreksi 1,1%, indeks Hang Seng tertekan 1,77%%, indeks Nikkei 225 melemah 0,81% pada Rabu (24/5) pukul 16.15 WIB. 

Di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite ditutup jatuh 1,26%. Lalu indeks S&P 500 melemah 1,12%, dan Dow Jones turun 0,69% pada perdagangan Selasa (23/5).

Bursa global tertekan seiring dengan meningkatnya kegelisahan investor karena kebuntuan pembahasan cara menaikkan batas utang AS sebesar US$31,4 triliun. Dengan demikian Negeri Paman Sam kini menghadapi risiko gagal bayar dalam waktu sembilan hari ke depan.

Sementara itu, komentar Hawkish dari pejabat Federal Reserve tentang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut mendorong nilai tukar dolar AS ke level tertinggi dua bulan.

Di sisi lain, data S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis AS naik ke level tertinggi 13 bulan pada Mei yang terangkat oleh pertumbuhan kuat di sektor jasa. Laporan tersebut merupakan tanda terbaru bahwa ekonomi AS mempertahankan momentumnya di awal kuartal kedua meskipun risiko resesi meningkat.

(Baca: IHSG Lanjut Menguat, BBCA & BBRI Jadi Pendorong (23 Mei 2023))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags