IHSG Menghijau di Tengah Rilis Neraca Perdagangan (15 Juni 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau parkir di zona hijau pada perdagangan Kamis (15/6). Indeks ditutup menguat 0,21% atau setara 14,08 poin menuju level 6.713,8.

Dyah Ayu Kartika

Jun 15, 2023 - 4:28 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau parkir di zona hijau pada perdagangan Kamis (15/6). Indeks ditutup menguat 0,21% atau setara 14,08 poin menuju level 6.713,8.

Sepanjang perdagangan, indeks komposit menyentuh level harian terendah di posisi 6.660,91 dan ke level tertinggi hariannya di posisi 6.717,46. 

Tercatat 241 saham berhasil menguat, 281 saham melemah, dan 217 saham lainnya ditutup stagnan. Sektor yang menguat paling kencang yakni sektor energi dengan kenaikan 0,75%. Diikuti sektor barang baku yang naik 0,62%.

Kapitalisasi pasar tercatat berada pada posisi Rp9.559,37 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 19,02 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat sejumlah Rp8,53 triliun. 

Beberapa saham berkapitalisasi pasar besar yang ikut menopang laju gerak IHSG antara lain saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) dengan penguatan 2,22% ke level 2.300. Ada juga saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) naik 1,49% ke 5.125.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia Mei 2023 mengalami surplus US$0,44 miliar, terutama berasal dari sektor nonmigas US$2,26 miliar tetapi tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,82 miliar. Meskipun demikian, nilai surplus pada Mei 2023 jauh lebih rendah dari April 2023 yang tercatat surplus US$3,94 miliar, maupun dari posisi Mei 2022 yang mencatatkan surplus US$2,90 miliar pada Mei 2022.

(Baca: Ekspor RI Naik 12,61% Jadi US$21,72 Miliar pada Mei 2023)

Di sisi lain, bursa global terpantau beragam. Di Asia, indeks Strait Times tercatat menguat 0,72%, indeks Shanghai Composite naik 0,74%, indeks Hang Seng melesat 2,17%, dan indeks Nikkei 225 turun tipis 0,05% pada Kamis (15/6) pukul 16.10 WIB. Di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 0,39%, indeks S&P 500 naik 0,08%, sedangkan Dow Jones melemah 0,68% pada perdagangan Rabu (14/6).

Bursa global yang beragam terjadi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat yang berakhir 14 Juni waktu setempat, tetapi mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan hingga 50 basis poin lagi pada akhir tahun ini. 

Sementara itu, serangkaian data ekonomi dan potensi pelonggaran kebijakan jangka menengah dari China ikut menjadi sentimen penggerak bursa di Asia. Bank sentral China (PBOC) kembali memangkas suku bunga jangka menengahnya pada Kamis (15/6) menyusul aktivitas ekonomi yang melemah.   

Setelah menurunkan suku bunga kebijakan jangka pendek pada awal pekan ini, PBOC kembali memangkas 10 bps suku bunga pinjaman jangka menengah. Langkah ini pun diperkirakan berlanjut untuk suku bunga jangka panjang pada pertemuan pekan depan.

(Baca: Sentimen Beragam, IHSG Ditutup Turun (14 Mei 2023))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags