IHSG Nyaris Stagnan, Sektor Translog Pimpin Penguatan Sektoral

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir naik tipis nyaris stagnan perdagangan Senin (21/03). Indeks komposit disokong oleh sektor transportasi dan logistik menguat 2,02%.

Gita Arwana Cakti & Haratwadi Handoko

Mar 21, 2022 - 11:27 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,003% atau 0,22 poin ke level 6.955,18 pada perdagangan Senin (21/03). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.929,93 hingga 6.974,15.

Tujuh indeks sektoral terpantau berakhir di zona hijau, dipimpin sektor transportasi dan logistik yang naik 2,02%. Sementara itu, empat indeks sektoral melemah dengan sektor keuangan paling anjlok sebesar 0,7%.


Sektor Barang Baku

Indeks sektor barang baku terpantau berakhir di zona merah dengan penurunan 0,28% atau 3,55 poin ke level 1.279,08 pada akhir perdagangan Senin (21/03). Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 1.271,98 hingga 1.287,55.

Saham-saham di indeks sektor barang baku yang melemah, antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terkoreksi 5,39% atau 11 poin ke 193, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) melemah 1,26% atau 30 poin ke 2.360, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) turun 1,13% atau 75 poin ke 6.575.

Dari dalam negeri, pemberlakuan harga khusus batu bara untuk industri semen dan pupuk dalam skema domestic market obligation (DMO) akan berakhir 31 Maret 2022. Namun, pelaku industri berharap pemberlakuan harga khusus agar diperpanjang sampai akhir tahun ini mengingat situasi ekonomi dan perdagangan dunia masih tidak menentu. 

PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) merupakan salah satu pelaku industri di sektor ini yang telah mendapat harga khusus tersebut. Di sisi lain, kondisi oversupply industri semen tetap menjadi kewaspadaan karena dapat membuat persaingan antarprodusen menjadi semakin ketat.


Sektor Perindustrian

Indeks sektor perindustrian menjadi indeks sektoral yang naik paling tinggi ketiga sebnesar 1,56% atau 17,39 poin ke level 1.133,24 pada akhir perdagangan Senin (21/03). Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 1.115,85 hingga 1.134,88.

Sejumlah saham yang ikut menopang penguatan indeks sektor perindustrian, antara lain PT MNC Investama Tbk. (BHIT) menguat 7,02% atau 4 poin ke 61, PT Multipolar Tbk. (MLPL) naik 2,63% atau 6 poin ke 234, dan PT Astra International Tbk. (ASII) melesat 3,13% atau 200 poin ke 6.600.

Dari dalam negeri, pelaku industri mulai khawatir dampak invasi Rusia ke Ukraina akan mendorong peningkatan biaya produksi seiring kenaikan harga komoditas energi. Ini salah satunya terlihat dari harga minyak dan gas alam yang sempat merangkak naik.

Padahal, kedua komoditas itu menjadi komponen produksi terbesar untuk sejumlah industri. Di sisi lain, produsen sulit menaikkan harga jual karena melemahnya daya beli masyarakat.


Sektor Barang Konsumen Primer

Indeks sektor barang konsumen primer ikut menghambat laju penguatan IHSG dengan ditutup turun 0,29% atau 1,86 poin ke level 643,00 pada akhir perdagangan Senin (21/03). Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 640,53 hingga 645,38.

Saham-saham yang ikut memberatkan langkah indeks sektor barang konsumen primer, antara lain PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) terkoreksi 1,79% atau 25 poin ke 1.375, PT Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO) anjlok 10% atau 16 poin ke 144, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turun 0,83% atau 50 poin ke level 5.975.

Harga saham LSIP berbalik melemah setelah ditutup naik 2,19% pada akhir pekan lalu. Sepanjang tahun ini, harga saham LSIP juga masih terpantau positif dengan naik 16% sejak awal Januari 2022.

Dari sisi kinerja, emiten sawit Grup Salim tersebut mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun lalu. Penjualan terpantau naik 28% menjadi Rp4,53 triliun dan laba bersih melonjak 42% menjadi Rp991 miliar. 

Pada tahun ini, perseroan akan terus memperkuat posisi keuangan, mengendalikan biaya dan efisiensi, serta meningkatkan produktivitas. Perseroan juga akan memprioritaskan belanja modal kepada aspek-aspek yang berpotensi memiliki pertumbuhan, kegiatan penanaman dan infrastruktur.


Sektor Keuangan

Indeks sektor keuangan menahan laju penguatan IHSG dengan ditutup turun 0,7% atau 11,3 poin ke level 1.615,15 pada akhir perdagangan Senin (21/03). Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 1.610,84 hingga 1.626,45.

Saham-saham yang menekan pergerakan indeks keuangan, antara lain PT Victoria Investama Tbk. (VICO) melemah 6,9% atau 12 poin ke 162, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. (JMAS) terkoreksi 5,04% atau 7 poin ke 132 per saham, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 3,47% atau 275 poin ke 7.650.

Pada perdagangan Senin (21/03), BMRI termasuk ke dalam salah satu saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing hingga Rp133,6 miliar. Nilai tersebut di bawah aksi jual bersih (nett sell) investor asing terhadap saham perbankan lainnya, yakni BBCA sebanyak Rp190,3 miliar.

Sementara, data Bank Indonesia menunjukkan bahwa industri perbankan mengalami pencapaian positif untuk penyaluran kredit. Pertumbuhannya mencapai 5,5% pada Januari 2022.

Sedangkan, kenaikan penyaluran kredit sebesar 6,33% pada bulan lalu. Hingga akhir kuartal I/2022, penyaluran kredit juga diprediksi masih positif.


Sektor Teknologi

Indeks sektor teknologi ditutup naik 1,71% atau 135,58 poin ke level 8.049,67 pada akhir perdagangan Senin (21/03). Indeks sektor teknologi menguat setelah bergerak di rentang 7.903,34 hingga 8.049,67.

Saham-saham yang ikut mendorong indeks sektor teknologi, antara lain PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) melesat 6,72% atau 18 poin ke 286, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) menguat 2,27% atau 50 poin ke 2.250, dan PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) tumbuh 3,7% atau 25 poin ke 700.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati rencana penawaran saham perdana (IPO) PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. Dalam perkembangan terbarunya, calon emiten berkode GOTO itu telah mengumumkan untuk memperpanjang masa book building hingga IPO saham perseroan. 

Masa book building GOTO diperpanjang sampai 24 Maret 2022 dari sebelumnya hingga 21 Maret 2022. Hal itu membuat rencana masa penawaran umum perseroan berpotensi mundur menjadi 1-5 April 2022. Pencatatan saham pun berpotensi meleset ke 7 April 2022.


Sektor Transportasi & Logistik

Indeks sektor transportasi dan logistik naik paling kencang sebesar 2,02% atau 36,17 poin ke level 1.826,4 pada akhir perdagangan Senin (21/03). Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 1.790,23 hingga 1.843,66.

Sejumlah saham yang terpantau naik kencang di indeks sektor transportasi dan logistik, antara lain PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) tumbuh 10,53% atau 240 poin ke 2.520. Posisinya disusul oleh saham PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) yang naik 9,84% atau 60 poin ke 670 dan PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) menguat 3,64% atau 2 poin ke 57.

Pada tahun ini, ASSA membidik pertumbuhan kinerja di atas 30%. Perseroan optimistis kinerja usaha dapat melaju kencang seiring potensi dari lini bisnis last mile delivery Anteraja yang cerah karena ditopang meningkatnya transaksi melalui marketplace. Perseroan menargetkan kontribusi dari Anteraja tetap di atas 50%.

(Baca: IHSG Ditutup Mendatar pada Awal Pekan)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags