IHSG Terkoreksi, Sektor Infrastruktur Paling Lesu (25 Sept 2023)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup parkir di zona merah dengan koreksi 0,26% atau 18,46 poin menyentuh level 6.998,38 pada perdagangan Senin (25/9).

Dyah Ayu Kartika

Sep 25, 2023 - 4:37 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup parkir di zona merah dengan koreksi 0,26% atau 18,46 poin menyentuh level 6.998,38 pada perdagangan Senin (25/9). Sepanjang perdagangan, indeks komposit bergerak dari level terendah harian di 6.994,44 ke level tertinggi harian pada level 7.029,77.

Sebanyak 241 saham mampu berakhir menguat, 284 saham melemah, dan 235 saham lainnya stagnan. Sektor infrastruktur terpantau paling turun yakni mencapai 1,13% dan diikuti sektor teknologi yang melemah 0,88%.

Kapitalisasi pasar tercatat berada di posisi Rp10.416,53 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 39,33 miliar unit. Adapun, nilai transaksi tercatat sejumlah Rp11,99 triliun. 

Beberapa saham berkapitalisasi pasar besar yang ikut menekan laju gerak IHSG, antara lain saham BBRI melemah 0,93% ke level 5.300 dan saham BBCA terkoreksi 0,83% menuju 9.000. Selain itu, ada saham TLKM yang tertekan 2,33% ke posisi 3.770.

Dari dalam negeri, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Agustus 2023 terpantau tumbuh positif. Posisi M2 pada Agustus 2023 tercatat sebesar Rp8.363,2 triliun atau tumbuh 5,9% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,4% (yoy). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 8,4% (yoy).

Perkembangan M2 pada Agustus 2023 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. Penyaluran kredit  pada Agustus 2023 terlihat tumbuh sebesar 8,9% (yoy), setelah tumbuh 8,4% (yoy) pada Juli 2023 sejalan dengan perkembangan kredit produktif.

Sementara itu, pergerakan IHSG terjadi di tengah bursa global yang cenderung beragam. Di Asia, indeks Strait Times tercatat naik 0,42%, indeks Shanghai Composite terkoreksi 0,54%, indeks Hang Seng turun 1,82%, sedangkan Nikkei 225 menguat 0,85% pada Senin (25/9) pukul 16.22 WIB. 

Adapun di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite ditutup melemah tipis 0,09%, indeks S&P 500 terkoreksi 0,23%, sedangkan Dow Jones terpantau turun 0,31% pada perdagangan Jumat (22/9) waktu setempat. 

Dari Amerika Serikat (AS), Departemen Perdagangan AS pada Jumat (22/9) mengeluarkan aturan final untuk mencegah subsidi pembuatan semikonduktor yang digunakan oleh China dan negara lain, yang dianggap dapat mengancam kepentingan keamanan nasional AS. Peraturan ini merupakan ‘hambatan’ terakhir sebelum AS dapat memberikan subsidi sebesar US$39 miliar untuk produksi semikonduktor. 

Untuk diketahui, undang-undang Chips and Science menyediakan dana sebesar US$52,7 miliar untuk produksi semikonduktor, penelitian, dan pengembangan tenaga kerja di AS. Peraturan ini pertama kali diusulkan pada Maret 2023, dengan membatasi penerima dana dari AS untuk berinvestasi dalam perluasan produksi semikonduktor di negara-negara asing yang dianggap mengkhawatirkan. Contohnya seperti China dan Rusia.

Kemudian OECD memberikan alarm terkait dampak pelemahan ekonomi China yang berisiko berdampak hingga output komoditas seperti batu bara negara Asia. The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa pelemahan ekonomi China yang masih berlangsung pada paruh akhir 2023 menjadi ancaman utama selain risiko geopolitik.

(Baca: IHSG Hijau Sepekan, Sektor Barang Konsumen Primer Paling Kuat)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags