Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) Berbalik Naik, 14 Sept 2023

Indeks obligasi komposit Indonesia (Indonesia Composite Bond Index/ICBI) berbalik menguat pada penutupan perdagangan Kamis (14/9). Pada saat yang sama, nilai mata uang rupiah melemah dan laju dolar AS menguat. Adapun, data ekonomi AS yang kuat meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Sarnita Sadya

Sep 15, 2023 - 9:02 AM

Data

Indeks acuan obligasi Indonesia atau Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berbalik menguat pada penutupan perdagangan Kamis (14/9). Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), ICBI ditutup naik 0,02% atau 0,08 poin ke level 367,42.

Indeks obligasi komposit tersebut berbalik arah dari penutupan perdagangan tiga hari sebelumnya yang tertekan 0,36% atau 1,34 poin pada 11-13 September 2023. Sebelumnya, indeks obligasi komposit sempat reli selama tiga hari perdagangan beruntun dengan akumulasi kenaikan 0,10% atau 0,35 poin pada 8-10 September 2023.

Jika dilihat pergerakan sepanjang bulan ini (month to date/mtd), pergerakan ICBI terpantau turun 0,57%. Sementara secara tahun berjalan (year to date/ytd) hingga 14 September 2023, lajunya naik 6,56% dan secara tahunan (year on year/yoy) menguat 9,19%.

Penguatan indeks acuan obligasi Indonesia pada perdagangan Kamis (14/9) tersebut juga sejalan dengan penguatan kinerja return obligasi pemerintah dan korporasi.

Tercatat, indeks obligasi negara (INDOBeX Government Total Return/INDOBeXG-TR) naik 0,02% atau 0,07 poin ke level 359,57 pada perdagangan Kamis (14/9). Meski demikian, pergerakannya terpantau turun 0,62% sepanjang bulan berjalan (mtd), tetapi tumbuh 6,63% sepanjang tahun berjalan (ytd), dan menguat 9,30% secara tahunan (yoy).

Kondisi yang sama juga terjadi pada indeks obligasi korporasi (INDOBeX Corporate Total Return/INDOBeXC-TR) yang menguat 0,06% atau 0,25 poin ke level 414,44 pada waktu perdagangan yang sama. Laju INDOBeXC-TR juga terpantau naik 0,15% sepanjang bulan berjalan (mtd), tumbuh 5,66% sepanjang tahun berjalan (ytd), dan menguat 7,72% secara tahunan.

Adapun pergerakan ICBI ini terjadi di tengah nilai mata uang rupiah yang melemah dan laju dolar AS yang menguat pada penutupan perdagangan Kamis (14/9). Tercatat, mata uang Garuda tersebut melemah 0,15% dari Rp15.344/US$ pada penutupan Rabu (13/9) menjadi Rp15.367/US$ pada penutupan Kamis (14/9).

Sementara indeks dolar AS tercatat naik 0,56% ke level 104,987 pada penutupan perdagangan yang sama. Melansir Reuters, kondisi tersebut terjadi setelah data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed pada minggu depan.

Dalam laman resminya, PHEI menjelaskan bahwa Indonesia Bond Indexes atau INDOBeX merupakan indikator untuk mengukur pergerakan dan perkembangan harga ataupun yield obligasi. 

Indeks ini dapat dijadikan acuan untuk menggambarkan tren pergerakan pasar obligasi secara umum. INDOBeX mencakup seluruh obligasi berdenominasi Rupiah yang diterbitkan oleh Pemerintah maupun oleh pihak korporasi baik yang berupa obligasi konvensional maupun sukuk.

INDOBeX-Government adalah indeks obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh pemerintah baik obligasi konvensional maupun sukuk. Sementara INDOBeX-Corporate adalah indeks obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh korporasi baik obligasi konvensional maupun sukuk. 

Adapun TR atau total return menggambarkan pergerakan tingkat pengembalian (rate of return) keseluruhan obligasi yang dihitung berdasarkan kenaikan/penurunan harga obligasi, akumulasi perolehan bunga berjalan (accrued interest) dan perolehan kupon tahunan yang reinvestasikan kembali.

(Baca: Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) Terus Turun, 13 September 2023)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags