Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) Lanjut Melemah, 19 Sept 2023

Indeks obligasi komposit Indonesia (Indonesia Composite Bond Index/ICBI) lanjut melemah pada penutupan perdagangan Selasa (19/9). Pada saat yang sama, nilai mata uang rupiah dan laju dolar AS melemah menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada hari ini, Rabu (20/9), waktu setempat.

Sarnita Sadya

Sep 20, 2023 - 8:50 AM

Data

Indeks acuan obligasi Indonesia atau Indonesia Composite Bond Index (ICBI) lanjut melemah pada penutupan perdagangan Selasa (19/9). Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), ICBI ditutup turun 0,04% atau 0,16 poin ke level 366,38.

Indeks obligasi komposit tersebut melanjutkan lajunya dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang juga terkoreksi 0,13% atau 0,49 poin pada 18 September 2023. Sebelumnya, indeks obligasi komposit sempat menguat 0,04% atau 0,14 poin pada 16-17 September 2023.

Jika dilihat pergerakan sepanjang bulan ini (month to date/mtd), pergerakan ICBI terpantau turun 0,85%. Sementara secara tahun berjalan (year to date/ytd) hingga 19 September 2023, lajunya naik 6,26% dan secara tahunan (year on year/yoy) menguat 9,10%.

Pelemahan indeks acuan obligasi Indonesia pada perdagangan Selasa (19/9) tersebut juga sejalan dengan pelemahan kinerja return obligasi pemerintah serta terbatasnya kinerja return obligasi korporasi.

Tercatat, indeks obligasi negara (INDOBeX Government Total Return/INDOBeXG-TR) turun 0,05% atau 0,18 poin ke level 358,49 pada perdagangan Selasa (19/9). Pergerakannya juga terkoreksi 0,92% sepanjang bulan berjalan (mtd), sementara tumbuh 6,31% sepanjang tahun berjalan (ytd), dan menguat 9,21% secara tahunan (yoy).

Sementara indeks obligasi korporasi (INDOBeX Corporate Total Return/INDOBeXC-TR) terpantau naik tipis 0,02% atau 0,10 poin ke level 414,41 pada waktu perdagangan yang sama. Laju INDOBeXC-TR juga terpantau naik 0,14% sepanjang bulan berjalan (mtd), tumbuh 5,65% sepanjang tahun berjalan (ytd), dan menguat 7,73% secara tahunan.

Adapun pergerakan ICBI ini terjadi di tengah nilai mata uang rupiah dan laju dolar AS yang melemah pada penutupan perdagangan Selasa (19/9). Tercatat, mata uang Garuda tersebut melemah 0,04% dari Rp15.367/US$ pada penutupan Senin (18/9) menjadi Rp15.373/US$ pada penutupan Selasa (19/9).

Sementara indeks dolar AS terpantau turun 0,45% ke level 104,820 pada penutupan perdagangan yang sama. Melansir Reuters, kondisi tersebut terjadi di tengah penantian pasar terhadap keputusan Federal Reserve terkait pergerakan suku bunga pada hari ini, Rabu (20/9), waktu setempat. Sementara itu, pasar telah memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada kisaran 5,25%-5,50%.

Dalam laman resminya, PHEI menjelaskan bahwa Indonesia Bond Indexes atau INDOBeX merupakan indikator untuk mengukur pergerakan dan perkembangan harga ataupun yield obligasi. 

Indeks ini dapat dijadikan acuan untuk menggambarkan tren pergerakan pasar obligasi secara umum. INDOBeX mencakup seluruh obligasi berdenominasi Rupiah yang diterbitkan oleh Pemerintah maupun oleh pihak korporasi baik yang berupa obligasi konvensional maupun sukuk.

INDOBeX-Government adalah indeks obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh pemerintah baik obligasi konvensional maupun sukuk. Sementara INDOBeX-Corporate adalah indeks obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh korporasi baik obligasi konvensional maupun sukuk. 

Adapun TR atau total return menggambarkan pergerakan tingkat pengembalian (rate of return) keseluruhan obligasi yang dihitung berdasarkan kenaikan/penurunan harga obligasi, akumulasi perolehan bunga berjalan (accrued interest) dan perolehan kupon tahunan yang reinvestasikan kembali.

(Baca: Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) Ditutup Terkoreksi, 18 Sep 2023)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags