Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) Lanjut Turun, 12 September 2023

Indeks obligasi komposit Indonesia (Indonesia Composite Bond Index/ICBI) lanjut melemah pada penutupan perdagangan Selasa (12/9). Pada saat yang sama, nilai mata uang rupiah melemah sementara laju dolar AS menguat menjelang perilisan data inflasi AS pada hari ini, Rabu (13/9), waktu setempat.

Sarnita Sadya

Sep 13, 2023 - 10:00 AM

Data

Indeks acuan obligasi Indonesia atau Indonesia Composite Bond Index (ICBI) lanjut melemah pada penutupan perdagangan Selasa (12/9). Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), ICBI ditutup turun 0,16% atau 0,59 poin ke level 367,66.

Indeks obligasi komposit tersebut melanjutkan lajunya dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang terkoreksi 0,11% atau 0,42 poin pada 11 September 2023. Sebelumnya, indeks obligasi komposit sempat reli selama tiga hari perdagangan beruntun dengan akumulasi kenaikan 0,10% atau 0,35 poin pada 8-10 September 2023.

Jika dilihat pergerakan sepanjang bulan ini (month to date/mtd), pergerakan ICBI terpantau turun 0,50%. Sementara secara tahun berjalan (year to date/ytd) hingga 12 September 2023, lajunya naik 6,64% dan secara tahunan (year on year/yoy) menguat 9,25%.

Pelemahan indeks acuan obligasi Indonesia pada perdagangan Selasa (12/9) tersebut sejalan dengan pelemahan kinerja return obligasi pemerintah serta terbatasnya kinerja return obligasi korporasi.

Tercatat, indeks obligasi negara (INDOBeX Government Total Return/INDOBeXG-TR) turun 0,17% atau 0,62 poin ke level 359,84 pada perdagangan Selasa (12/9). Pergerakannya juga terpantau turun 0,54% sepanjang bulan berjalan (mtd), tetapi tumbuh 6,71% sepanjang tahun berjalan (ytd), dan menguat 9,37% secara tahunan (yoy).

Sementara indeks obligasi korporasi (INDOBeX Corporate Total Return/INDOBeXC-TR) terpantau naik tipis 0,004% atau 0,02 poin ke level 414,30 pada waktu perdagangan yang sama. Laju INDOBeXC-TR juga terpantau naik 0,11% sepanjang bulan berjalan (mtd), tumbuh 5,62% sepanjang tahun berjalan (ytd), dan menguat 7,75% secara tahunan.

Adapun pergerakan ICBI ini terjadi di tengah nilai mata uang rupiah yang melemah dan laju dolar AS yang menguat pada penutupan perdagangan Selasa (12/9). Tercatat, mata uang Garuda tersebut melemah 0,07% dari Rp15.341/US$ pada penutupan Senin (11/9) menjadi Rp15.352/US$ pada penutupan Selasa (12/9).

Sementara indeks dolar AS tercatat naik 0,15% ke level 104,340 pada penutupan perdagangan yang sama. Melansir Reuters, kondisi tersebut terjadi menjelang perilisan data inflasi AS untuk periode Agustus pada Rabu, 13 September 2023 waktu setempat. Adapun, para investor menantikan data ini dengan harapan dapat memberikan petunjuk mengenai masa depan kebijakan The Fed.

Dalam laman resminya, PHEI menjelaskan bahwa Indonesia Bond Indexes atau INDOBeX merupakan indikator untuk mengukur pergerakan dan perkembangan harga ataupun yield obligasi. 

Indeks ini dapat dijadikan acuan untuk menggambarkan tren pergerakan pasar obligasi secara umum. INDOBeX mencakup seluruh obligasi berdenominasi Rupiah yang diterbitkan oleh Pemerintah maupun oleh pihak korporasi baik yang berupa obligasi konvensional maupun sukuk.

INDOBeX-Government adalah indeks obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh pemerintah baik obligasi konvensional maupun sukuk. Sementara INDOBeX-Corporate adalah indeks obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh korporasi baik obligasi konvensional maupun sukuk. 

Adapun TR atau total return menggambarkan pergerakan tingkat pengembalian (rate of return) keseluruhan obligasi yang dihitung berdasarkan kenaikan/penurunan harga obligasi, akumulasi perolehan bunga berjalan (accrued interest) dan perolehan kupon tahunan yang reinvestasikan kembali.

(Baca:Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) Berbalik Turun, 11 Sept 2023)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags