Indeks Sektoral : Disokong Enam Sektor, IHSG Rebound Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup rebound pada penutupan perdagangan tengah pekan, Rabu (7/6).

Haratwadi Handoko

Jun 7, 2023 - 9:15 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,01% atau 0,83 poin menuju level 6.619,76 pada penutupan perdagangan tengah pekan, Rabu (7/6). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.578,76 hingga level 6.638,58.

Indeks komposit disokong oleh enam sektor. Sektor barang konsumen non-primer memimpin penguatan dengan naik 2,30% ke level 878,08. Diikuti sektor transportasi dan logistik terpantau menguat 1,37% ke level 861,11. Sedangkan lima sektor lainnya mencatatkan penurunan. Sektor energi memimpin pelemahan dengan turun 0,79% ke level 1.741,52.

Sektor Energi

Indeks sektor energi menjadi indeks sektoral yang paling tertekan, ditutup jatuh 0,79% atau 13,88 poin ke level 1.741,52 pada akhir perdagangan Rabu (7/6). Indeks terjatuh setelah bergerak di rentang 1.728,94-1.758,11.

Sejumlah saham yang ikut menekan sektor energi antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun 3,27% atau 775 poin ke level 22.900, lalu PT PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) jatuh 2,74% atau 90 poin ke level 3.190, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) melemah 2,25% atau 50 poin ke level 2.170.

Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Adaro Power mengungkapkan bahwa pengembangan gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) relatif sulit untuk direalisasikan saat ini. Adaro Power belakangan menggeser fokus investasi energi baru terbarukan (EBT) lewat pengembangan masif solar PV supply chain di Indonesia.

Direktur Utama Adaro Power Dharma Djojonegoro mengatakan, pengembangan proyek DME relatif terkendala dari sisi pembiayaan dan kepastian komersial. Menurutnya, pasar DME sebagai produk pengganti liquefied petroleum gas (LPG) relatif terbatas hanya ada di Indonesia, sementara harga LPG domestik relatif diatur sepenuhnya oleh pemerintah.

Apalagi, kata Dharma, pengembangan DME itu pada dasarnya memiliki jejak karbon atau footprint yang berisiko lantaran masih berbasis batu bara. Konsekuensinya, potensi penarikan pembiayaan untuk proyek hilirisasi itu terbilang makin sempit saat ini. Sebagai gantinya, Dharma menuturkan, perseroannya bakal berfokus untuk mengembangkan industri yang lebih hijau lewat pengembangan solar PV supply chain di dalam negeri.


Sektor Barang Konsumen Non-Primer

Indeks sektor barang konsumen non-primer menjadi indeks sektoral yang paling kuat dengan naik 2,30% atau 19,73 poin ke level 878,08 pada akhir perdagangan Rabu (7/6). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 857,79-878,63.

Sejumlah saham yang ikut menopang sektor barang konsumen non-primer antara lain PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) terapresiasi 9,01% atau 100 poin ke level 1.210, lalu PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) naik 3,37% atau 70 poin ke level 2.150, dan PT Indospring Tbk. (INDS) menguat 2,30% atau 50 poin ke level 2.220.

PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp432,9 miliar pada kuartal I/2023, tumbuh 92,1% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp225,3 miliar. Kenaikan laba bersih AUTO sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan menjadi Rp5 triliun pada kuartal I/2023, atau tumbuh 8,6% dari kuartal I/2022 sebesar Rp4,6 triliun.

Dari sisi neraca, AUTO membukukan pertumbuhan aset sebesar 3,9% menjadi Rp19,2 triliun pada akhir Maret 2023, dibandingkan Rp18,5 triliun pada akhir Desember 2022. Sementara itu, liabilitas juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,7% menjadi Rp5,7 triliun, dari sebelumnya Rp5,5 triliun.

Sepanjang kuartal I/2023, segmen usaha manufaktur AUTO membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 18,7% menjadi Rp2,9 triliun, dibandingkan kuartal I/2022 sebesar Rp2,5 triliun. Sedangkan, segmen usaha perdagangan AUTO sedikit mengalami penurunan pendapatan bersih sebesar 3,1% menjadi Rp2,07 triliun, dibandingkan kuartal I/2022 sebesar Rp2,13 triliun.


Sektor Transportasi & Logistik

Indeks sektor transportasi dan logistik ikut menopang kenaikan IHSG dengan ditutup menguat 1,37% atau 11,6 poin ke level 861,11 pada akhir perdagangan Selasa (23/5). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 849,43-861,24.

Sejumlah saham yang ikut mendorong sektor transportasi dan logistik antara lain PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) terapresiasi 4,94% atau 8 poin ke level 170, lalu PT Blue Bird Tbk. (BIRD) naik 4,76% atau 90 poin ke level 1.980, dan PT Steady Safe Tbk. (SAFE) menguat 1,00% atau 2 poin ke level 202.

Emiten taksi PT Blue Bird Tbk. (BIRD) membukukan peningkatan kinerja pendapatan dan laba bersih sepanjang 2022. BIRD mencatatkan peningkatan pendapatan 61,65% menjadi Rp3,59 triliun di 2022. Pendapatan ini naik dari Rp2,22 triliun di 2021. Peningkatan pendapatan BIRD ini didorong oleh pendapatan dari taksi senilai Rp2,78 triliun, naik 71,99% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp1,62 triliun. Sementara itu, pendapatan non-taksi sebesar Rp803 miliar, naik 32,77% dari Rp604,8 miliar.

Meningkatnya pendapatan ini turut meningkatkan beban langsung BIRD menjadi Rp2,51 triliun. Beban langsung ini meningkat 45,79% dari Rp1,72 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy). Meski beban langsung meningkat, laba bruto BIRD naik 117,11% menjadi Rp1,07 triliun, dari Rp493,9 miliar. Dengan peningkatan laba bruto tersebut, laba bersih BIRD turut meningkat menjadi Rp358,3 miliar. Laba bersih ini naik 4.545,5% dibanding tahun 2021 yang sebesar Rp7,7 miliar.

Hingga akhir 2022, total aset BIRD tercatat meningkat menjadi Rp6,89 triliun, naik dari Rp6,59 triliun di akhir 2021. Total liablitas BIRD juga naik menjadi Rp1,54 triliun per 31 Desember 2022, naik dari Rp1,45 triliun di 2021. Sementara itu, total ekuitas BIRD naik dari Rp5,14 triliun per akhir Desember 2021, menjadi Rp5,35 triliun per akhir Desember 2022.

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags