Indeks Sektoral : Ditopang Tujuh Sektor, IHSG Tetap Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat pada akhir perdagangan Selasa (23/5).

Haratwadi Handoko

May 23, 2023 - 7:10 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,11% atau 7,04 poin menuju posisi 6.736,68 pada akhir perdagangan Selasa (23/5). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang harian dari 6.727,07 hingga level 6.772,65.

Indeks komposit disokong oleh tujuh sektor. Sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan dengan naik 1,44% ke level 1.832,06. Diikuti sektor barang konsumen non-primer terpantau menguat 1,37% ke level 861,11. Sedangkan empat sektor lainnya mencatatkan penurunan. Sektor teknologi memimpin pelemahan dengan turun 0,96% ke level 4.756,94.

Sektor Barang Konsumen Non-Primer

Indeks sektor barang konsumen non-primer ikut menopang kenaikan IHSG dengan ditutup menguat 1,37% atau 11,6 poin ke level 861,11 pada akhir perdagangan Selasa (23/5). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 849,43-861,24.

Sejumlah saham yang ikut mendorong sektor barang konsumen non-primer antara lain PT MD Pictures Tbk. (FILM) terapresiasi 4,89% atau 90 poin ke level 1.930, lalu PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) naik 3,15% atau 20 poin ke level 655, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) menguat 0,25% atau 10 poin ke level 4.000.

Pulihnya industri layar lebar di Tanah Air pasca-pandemi Covid-19 membuat PT MD Pictures Tbk. (FILM) mengalami lonjakan pendapatan pada 2022. Berdasarkan laporan keuangan, FILM mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Total penjualan FILM per 31 Desember 2022 mencapai Rp436,86 miliar atau naik 71,29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Penjualan film layar lebar yang sempat terpuruk akibat pandemi kini menjadi penyumbang utama penjualan emiten milik Manooj Punjabi tersebut pada 2022. Nilainya tembus Rp305,31 miliar atau melejit 9.220% dibanding tahun 2021 yang hanya mencapai Rp3,27 miliar.

Di lain sisi, penjualan film pada platform digital yang sempat menjadi andalan saat pandemi kini menyusut signifikan 64,92% dari Rp218,63 miliar pada 2021 menjadi Rp76,69 miliar pada 2022. Kinerja penjualan FILM turut berkontribusi pada perolehan laba bersih perusahaan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp159,98 miliar atau meroket 375% (yoy) dibanding tahun 2021 sebesar Rp33,67 miliar. Seiring dengan meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan FILM juga naik 17,26% (yoy) menjadi Rp129,88 miliar dari tahun 2021 sebesar Rp110,76 miliar. FILM mencatatkan aset Rp1,61 triliun pada 2022 dari tahun sebelumnya Rp1,3 triliun. Liabilitas Rp76,6 miliar pada 2022 naik dari sebelumnya Rp51,49 miliar, dan ekuitas juga naik menjadi Rp1,53 triliun dari Rp1,25 triliun pada 2021.


Sektor Teknologi

Indeks sektor teknologi menjadi indeks sektoral yang paling tertekan, ditutup jatuh 0,96% atau 46,11 poin ke level 4.756,94 pada akhir perdagangan Selasa (23/5). Indeks terjatuh setelah bergerak di rentang 4.736,05-4.842,21.

Sejumlah saham yang ikut menekan sektor teknologi antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) turun 4,35% atau 30 poin ke level 660, lalu PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) jatuh 3,88% atau 8 poin ke level 198, dan PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) melemah 0,44% atau 2 poin ke level 456.

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mencatatkan kerugian Rp1 triliun pada kuartal I/2023. Kerugian tersebut berbalik dari laba Rp14,55 triliun pada periode sama di tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kerugian Bukalapak disebabkan oleh nilai investasi yang belum dan sudah terealisasi di segmen marketplace yang berbalik rugi menjadi Rp783,73 miliar dari tahun sebelumnya yang mencetak laba Rp15,49 triliun.

Dalam keterangan resminya, Bukalapak menjelaskan bahwa kinerja yang berbalik rugi itu disebabkan karena pada kuartal I/2022 perseroan mendapatkan laba yang substansial dari nilai investasi di PT Allo Bank Tbk. (BBHI). Kendati demikian, pendapatan perseroan tercatat naik 27,68% menjadi Rp1 triliun pada 3 bulan pertama 2023, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp787,91 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan ikut terkerek 47,31% menjadi Rp750,6 miliar dibanding kuartal I/2022 sebesar Rp509,52 miliar. Sementara itu beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp151,57 miliar pada kuartal I/2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp328,71 miliar. Adapun berdasarkan neraca, total aset Bukalapak tercatat turun menjadi Rp26,52 triliun dibanding akhir Desember 2022 sebesar Rp27,4 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp941,49 miliar dibanding 31 Desember 2022 sebesar Rp907,92 miliar. Adapun ekuitas turun menjadi Rp25,58 triliun dibanding akhir 2022 sebesar Rp26,49 triliun.


Sektor Transportasi & Logistik

Indeks sektor transportasi dan logistik menjadi indeks sektoral yang paling kuat dengan naik 1,44% atau 25,91 poin ke level 1.832,06 pada akhir perdagangan Selasa (23/5). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 1.803,25-1.853,05.

Sejumlah saham yang ikut menopang sektor transportasi dan logistik antara lain PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) terapresiasi 9,62% atau 5 poin ke level 57, lalu PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) naik 3,07% atau 35 poin ke level 1.175, dan PT Jaya Trishindo Tbk. (HELI) menguat 1,16% atau 2 poin ke level 175.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) terus mengembangkan pasar penerbangan menuju destinasi-destinasi wisata di Indonesia. Pasar penerbangan wisatawan mancanegara (wisman) terutama menjadi fokus perseroan. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebutkan potensi pasar penerbangan ke berbagai daerah wisata nasional terus menunjukan peluang yang menjanjikan. Dia menjelaskan, potensi kunjungan wisman ke Indonesia tercermin dari peningkatan trafik penumpang penerbangan rute internasional pada kuartal I/2023 sebesar 425% yang salah satunya turut dikontribusikan oleh wisman.

Seiring dengan hal tersebut, Irfan mengatakan fokus perseroan ke depannya adalah terus mengoptimalkan jaringan penerbangan langsung antar destinasi penerbangan. Hal tersebut akan dibarengi dengan optimalisasi pilihan konektivitas lanjutan penerbangan yang lebih beragam dari hub penerbangan strategis di Indonesia. Sejauh ini, GIAA terus melakukan optimalisasi frekuensi jaringan penerbangan yang memiliki permintaan yang tinggi.

Irfan menambahkan, dengan berbagai penambahan frekuensi penerbangan domestik maupun internasional, Garuda Indonesia akan mengoperasikan sedikitnya 28.000 penerbangan Hingga Juni 2023. Angka tersebut turut merepresentasikan optimisme atas akselerasi kinerja operasional Garuda Indonesia. Pada kuartal I/2023 lalu, Garuda Indonesia tercatat melayani sebanyak 13.546 penerbangan, atau naik 87,75% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak setelah dari 7.215 penerbangan.

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags