Indeks Sektoral : Hanya 5 Sektor Menghijau, IHSG Tetap Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap di zona hijau pada penutupan perdagangan tengah pekan, Rabu (24/5).

Haratwadi Handoko

May 24, 2023 - 5:55 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,14% atau 9,12 poin menuju posisi 6.745,8 pada penutupan perdagangan tengah pekan, Rabu (24/5). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.713,89 hingga level 6.755,88.

Indeks komposit disokong oleh lima sektor. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan naik 1,22% ke level 821,84. Diikuti sektor perindustrian terpantau menguat 0,64% ke level 1.185,85. Sedangkan enam sektor lainnya mencatatkan penurunan. Sektor barang baku memimpin pelemahan dengan turun 0,31% ke level 1.021,66.

Sektor Barang Baku

Indeks sektor barang baku menjadi indeks sektoral yang paling tertekan, ditutup jatuh 0,31% atau 3,13 poin ke level 1.021,66 pada akhir perdagangan Rabu (24/5). Indeks terjatuh setelah bergerak di rentang 1.015,87-1.025.

Sejumlah saham yang ikut menekan sektor barang baku antara lain PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS) turun 6,74% atau 24 poin ke level 332, lalu PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) jatuh 5,66% atau 75 poin ke level 1.250, dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) melemah 1,44% atau 2 poin ke level 137.

PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) mencatatkan penurunan laba meski terjadi peningkatan pendapatan per kuartal I/2023. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh kenaikan beban yang lebih tinggi daripada pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Marer 2023, WTON mencatatkan pendapatan sebesar Rp916,99 miliar. Pendapatan ini naik 18,59% dari Rp773,19 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY).

Meningkatnya pendapatan WTON diikuti oleh naiknya beban pokok pendapatan 23,69% dari Rp696,4 miliar menjadi Rp861,42 miliar hingga kuartal I/2023. Selain itu, beban umum dan administrasi juga tercatat naik 12,79% menjadi Rp28,03 miliar. Adanya kenaikan beban membuat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk WTON turun 65,89% dari Rp18,55 miliar menjadi Rp6,14 miliar per kuartal I/2023.

Adapun hingga akhir Maret 2023, WTON mencatatkan jumlah aset senilai Rp8,44 triliun. Jumlah aset tersebut turun dari Rp9,44 triliun dibandingkan akhir Desember 2022. Total liabilitas WTON mencapai Rp4,79 triliun per 31 Maret 2023. Angka ini turun dari Rp4,79 triliun per 31 Desember 2022. Sementara itu, jumlah ekuitas WTON mencapai Rp3,64 triliun sampai kuartal I/2023. Ekuitas WTON naik dari Rp3,63 triliun dibandingkan akhir 2022. Kemudian untuk kas dan setara kas akhir tahun terjadi penurunan 52,9% dari Rp769,7 miliar menjadi Rp362,45 miliar.


Sektor Perindustrian

Indeks sektor perindustrian ikut menopang kenaikan IHSG dengan ditutup menguat 0,64% atau 7,51 poin ke level 1.185,85 pada akhir perdagangan Rabu (24/5). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 1.171,91-1.185,85.

Sejumlah saham yang ikut mendorong sektor perindustrian antara lain PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) terapresiasi 2,67% atau 8 poin ke level 308, lalu PT Astra International Tbk. (ASII) naik 1,14% atau 75 poin ke level 6.675, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat 0,41% atau 100 poin ke level 24.600.

Anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII), PT United Tractors Tbk. (UNTR) membukukan peningkatan kinerja sepanjang kuartal I/2023. Manajemen UNTR mengatakan sampai kuartal I/2023, pendapatan bersih konsolidasian UNTR mencapai Rp34,9 triliun atau meningkat sebesar 25% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 yang sebesar Rp27,9 triliun.

Pendorongnya, masing-masing unit usaha yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas, industri konstruksi, dan energi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 31%, 33%, 30%, 5%, 1%, dan kurang dari 1% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bruto UNTR naik sebesar 23% dari Rp7,0 triliun menjadi Rp8,7 triliun. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat sebesar 23% menjadi Rp5,3 triliun dari Rp4,3 triliun pada periode yang sama tahun 2022.


Sektor Infrastruktur

Indeks sektor infrastruktur menjadi indeks sektoral yang paling kuat dengan naik 1,22% atau 9,86 poin ke level 821,84 pada akhir perdagangan Rabu (24/5). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 811,97-824,74.

Sejumlah saham yang ikut menopang sektor infrastruktur antara lain PT Indosat Tbk. (ISAT) terapresiasi 3,59% atau 275 poin ke level 7.925, lalu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 2,97% atau 120 poin ke level 4.160, dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menguat 0,26% atau 5 poin ke level 1.945.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencetak laba bersih Rp6,42 triliun pada kuartal I/2023, naik 5% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu Rp6,11 triliun. Kenaikan laba yang single digit tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan 2,5% menjadi Rp36,09 triliun, dari kuartal I/2022 yang sebesar Rp35,20 triliun. Kendati demikian, selama kuartal I/2023, EBITDA TLKM turun 2,0% secara tahunan menjadi Rp19,0 triliun dengan margin EBITDA sebesar 52,6%, dibandingkan dengan 55,1% pada kuartal I/2022.

Pendapatan data, internet & IT services TLKM tumbuh sebesar 5,5% secara tahunan menjadi Rp19,9 triliun didorong oleh pertumbuhan yang berkelanjutan data seluler dan pendapatan internet yang tumbuh sebesar 5,6%. Lalu lintas data seluler ikut melonjak 11% menjadi 4.119 petabyte pada kuartal I/2023. Layanan internet andalan Telkom, IndiHome membukukan pendapatan sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh 5% selama kuartal I/2023.

Lebih lanjut, PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel mencatatkan pertumbuhan pendapatan 1,1% menjadi Rp21,49 triliun pada kuartal I/2023. Profitabilitas didukung oleh pertumbuhan bisnis digital Telkomsel yang naik 7,1% secara tahunan dan valuasi investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Telkomsel berhasil meningkatkan produktivitas dan kualitas pelanggan yang ditunjukkan dengan payload yang lebih tinggi atau tumbuh 11% secara tahunan dan pertumbuhan average revenue per user (ARPU) yang solid meningkat 11,6%.

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags