Kaleidoskop 2021: Indeks Bisnis-27 Melaju Positif dan Kompetitif

Sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd), Indeks Bisnis-27 mampu mencetak kinerja positif sebesar 0,33%.

Dyah Ayu Kartika

Dec 29, 2021 - 12:00 PM

Data

Indeks Bisnis-27 mampu mencetak kinerja positif pada 2021. Tercatat Indeks menguat tipis 0,33% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd). 

Indeks hasil kerja sama Bisnis Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini pun mampu menguat 0,5% atau 2,57 poin ke level 514,96 pada penutupan perdagangan Selasa (28/12). Kinerja Indeks Bisnis-27 tersebut berhasil outperform dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya naik 0,35%.

Kendati, kinerja IHSG dalam setahun terakhir jauh lebih baik karena naik hingga 10,36%. Bursa acuan tersebut mampu bertengger di level 6.598,34 pada perdagangan kemarin.

Jika dibandingkan dengan Indeks LQ-45 dan IDX30, kinerja Indeks Indeks Bisnis-27 masih lebih baik. Terpantau LQ-45 hanya tumbuh 0,23% (ytd), sedangkan IDX30 terkoreksi 0,35% (ytd).

Anggota konstituen Indeks Bisnis-27 yang mengalami kenaikan harga saham paling legit adalah saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang terapresiasi 63,57% (ytd) ke level 2.290. Posisinya diikuti saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang melesat 62,96% (ytd) menuju 3.960 dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) menguat 60,84% (ytd) ke posisi 2.300.

Sementara itu, penghuni indeks yang terkoreksi paling dalam yakni saham PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) lantaran melemah hingga 43,07% (ytd) ke level 1.130. Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) juga mencatatkan penurunan hingga 40,85% (ytd) dan parkir di level 7.350.

Awal Tahun 2021

Mengawali perdagangan bursa tahun 2021 pada Senin (4/1), Indeks Bisnis-27 ditutup pada teritori positif di level 525,09 atau menguat 2,31% dari hari sebelumnya. Kala itu, Indeks Bisnis-27 ditopang saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang menguat hingga 6,58% ke level harga 2.590. 

Namun, Indeks Bisnis-27 harus ditutup terkoreksi di akhir Januari 2021 seiring masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, sehingga nihil fenomena January Effect. Ada pula sentimen dari global terkait intervensi repo The Fed yang menyebabkan likuiditas di pasar berkurang.

Rebalancing Indeks Bisnis-27 (1 Juli 2021)

Pada 1 Juli 2021, terjadi rebalancing anggota konstituen pada Indeks Bisnis-27, di mana penentuan ulang tersebut memasukkan faktor free float market capitalization. BEI juga mulai memberlakukan metode capped adjusted free float market capitalization weighted average pada semua indeks yang terdaftar. 

Anggota konstituen baru yang masuk ke dalam Indeks Bisnis-27 adalah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Sementara, emiten yang harus berpamitan dari Indeks Bisnis-27 adalah PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) dan PT BTPN Syariah Tbk. (BTPS).

Anggota konstituen hasil rebalancing pada 1 Juli 2021 tersebut berlaku hingga 31 Oktober 2021 dan diperpanjang sampai periode 30 April 2022. Sayangnya pada akhir Juli 2021, dampak rebalancing harus tertekan oleh pemberlakuan PPKM Darurat sejak awal Juli 2021. Pemberlakuan PPKM tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 varian Delta yang cukup masif.

Tertinggi VS Terendah

Sepanjang tahun 2021, Indeks Bisnis-27 sempat menyentuh harga penutupan tertinggi pada perdagangan 20 Januari 2021, yakni di level 548,6. Ketika itu, indeks terapresiasi 1,81% atau 9,76 poin dan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menjadi penopang dengan kenaikan 8,61%. 

Bursa dalam negeri waktu itu menguat sejalan dengan penguatan Bursa Wall Street jelang pelantikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan wakilnya, Kamala Harris.

Selain itu, Indeks Bisnis-27 pernah parkir di level terendah sebesar 444,15 pada penutupan perdagangan 14 Juli 2021. Indeks Bisnis-27 turun 0,97% dan saham emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menjadi pemberat lantaran anjlok 4,65%. 

Pasar dalam negeri saat itu merespon pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang merevisi target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 menjadi di kisaran 3,7% sampai dengan 4,5%.

strong>Kinerja Keuangan 

Hingga kuartal III/2021, terlihat mayoritas emiten yang merupakan anggota konstituen Indeks Bisnis-27 membukukan kinerja keuangan cukup baik. Ini salah satunya tecermin dari pencapaian laba bersih dari setiap emiten.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 904,12% (yoy) menjadi Rp2,37 triliun dari sebelumnya merugi Rp294,29 miliar. Kenaikan kinerja yang fantastis didorong harga penjualan rata-rata yang lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2020.

Selain TPIA, PT Japfa Tbk. (JPFA) membukukan laba bersih yang meroket 486,05% (yoy) dari Rp257,19 miliar menjadi Rp1,51 triliun. Perusahaan menyebutkan salah satu kekuatan yang menjaga keberlangsungan usaha JPFA adalah sifat bisnisnya yang merupakan produsen bahan pokok berupa protein atau produk-produk olahan ayam. 

Kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk olahan ayam justru mengalami peningkatan di masa pandemi Covid-19. Seiring dengan adanya pembatasan aktivitas sosial, pihak JPFA memperkuat jalur distribusi lewat kerja sama dengan beberapa marketplace dan e-commerce.

Di sisi lain, beberapa emiten masih mencatatkan koreksi pada sisi laba bersihnya. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) meraih laba bersih sebesar Rp301,37 miliar atau terkoreksi 64,68% (yoy). 

Laba bersih PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) juga menurun 54,44% (yoy) menjadi Rp217,12 miliar.  Kemudian, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mencatat penurunan laba bersih sebesar 9,99% (yoy) menjadi Rp1,39 triliun.

(Baca:  Indeks Bisnis-27 Menguat Ungguli IHSG)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags