Neraca Perdagangan Surplus, IHSG Rebound Tipis (15 Mei 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan Senin (15/5). Indeks ditutup terkerek tipis 0,06% atau setara 3,98 poin menuju level 6.711,74.

Dyah Ayu Kartika

May 15, 2023 - 4:45 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau berbalik menguat pada perdagangan Senin (15/5). Indeks ditutup terkerek tipis 0,06% atau setara 3,98 poin menuju level 6.711,74. Sepanjang perdagangan, indeks komposit berfluktuasi menyentuh level harian terendah di posisi 6.656,65 dan level tertinggi hariannya di posisi 6.729,3. 

Tercatat 241 saham berhasil menguat, 294 saham melemah, dan 209 saham lainnya ditutup stagnan. Indeks sektoral yang mengalami penguatan paling tajam yakni sektor barang konsumen primer dengan kenaikan 1,5%. Diikuti oleh sektor kesehatan yang menguat 1,48%. 

Kapitalisasi pasar tercatat berada pada posisi Rp9.556,39 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 19,47 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat sejumlah Rp10,44 triliun. 

Deretan saham berkapitalisasi pasar besar yang ikut mendorong laju gerak IHSG antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan kenaikan 0,86% ke level 117. Diikuti saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) yang menguat 1% ke level 5.050.

Dari dalam negeri, tercatat neraca perdagangan Indonesia April 2023 mengalami surplus US$3,94 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas sebesar US$5,64 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,70 miliar.

Adapun nilai ekspor Indonesia April 2023 mencapai US$19,29 miliar atau turun 17,62% dibandingkan ekspor Maret 2023. Jika dibandingkan April 2022 nilai ekspor turun sebesar 29,40%. Sementara nilai impor Indonesia April 2023 mencapai US$15,35 miliar, turun 25,45% dibandingkan Maret 2023 atau turun 22,32% dibandingkan April 2022.

Selain itu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I/2023 tetap terkendali. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal I/2023 tercatat sebesar US$402,8 miliar. Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia pada kuartal I/2023 secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9% (yoy), melanjutkan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 4,1% (yoy).

(Baca: Ekspor Indonesia Anjlok Jadi US$19,29 Miliar pada April 2023)

Sementara itu, bursa global cenderung beragam. Di Asia, indeks Strait Times tercatat naik 0,1%, indeks Shanghai Composite menguat 1,17%, indeks Hang Seng terkerek 1,75%, indek Nikkei 225 naik 0,81% pada Senin (15/5) pukul 16.20 WIB. Di Amerika Serikat indeks Nasdaq Composite ditutup turun 0,36%. Sementara itu indeks S&P 500 melemah 0,16% dan Dow Jones terkoreksi tipis 0,03% pada Jumat (12/5).

Pelemahan bursa AS terjadi setelah rilis data menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah enam bulan pada Mei 2023. Hal ini terjadi seiring dengan kebuntuan untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah federal yang menambah kekhawatiran tentang prospek ekonomi.

Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga The Fed yang agresif dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi. Adapun Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa Bank Sentral AS mungkin perlu menaikkan suku lebih lanjut jika inflasi tetap tinggi.

Di sisi lain, Kongres mengatakan pada Jumat bahwa AS menghadapi risiko besar gagal bayar kewajiban pembayaran dalam dua minggu pertama Juni mendatang tanpa kenaikan plafon utang.

(Baca: Data Transaksi Perdagangan di BEI Kuartal I/2021-Kuartal I/2023)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags