Pembukaan IHSG 4 Sept 2023: Indeks Dekati 7.000 di Awal Dagang

IHSG dibuka naik dan terus menguat 0,21% ke 6.992,06 pada pukul 09.01 WIB. Pada hari ini, BEI mulai memberlakukan kebijakan ARB dan ARA simetris. Adapun bursa global cenderung menguat setelah lonjakan data pengangguran AS memperkuat ekspektasi jeda kenaikan suku bunga The Fed bulan ini.

Gita Arwana Cakti

Sep 4, 2023 - 9:04 AM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,002% ke level 6.977,796 pada perdagangan Senin (4/9). Adapun pada pukul 09.01 WIB indeks semakin mendekati 7.000 dengan naik 0,21% atau 14,40 poin ke level 6.992,06.

Tercatat 198 saham berhasil menguat, 127 saham melemah, dan 249 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pagi ini tercatat berada di posisi Rp10.337,44 triliun. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,35% atau 24,39 poin menuju level 6.977,65.

Dari dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memberlakukan kebijakan Auto Rejection Bawah (ARB) dan Auto Rejection Atas (ARA) simetris pada hari ini. Berdasarkan peraturan Bursa, saham di rentang harga Rp50-Rp200 berlaku ARA 35% dan ARB 35%. Kemudian, saham dengan harga Rp200—Rp5.000 akan berlaku ARA dan ARB 25%. Selanjutnya saham dengan harga lebih dari Rp5.000 berlaku ARA dan ARB 20%.

Sementara itu, bursa global terpantau cenderung menguat. Di Asia, indeks Strait Times tercatat naik 0,07%, indeks Shanghai Composite menguat 0,46%, indeks Hang Seng melejit 1,22%, dan indeks Nikkei 225 terapresiasi 0,27% pada pukul 08.55 WIB. Di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite ditutup melemah tipis 0,02%. Sementara indeks S&P 500 naik 0,18%, dan Dow Jones menguat 0,33% pada perdagangan Jumat (1/9).

Bursa AS cenderung menguat setelah lonjakan data pengangguran memperkuat ekspektasi akan jeda kenaikan suku bunga bulan ini. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam pada Agustus naik menjadi 3,8% sementara pertumbuhan upah melambat. 

Sementara itu, nonfarm payrolls naik lebih besar dari perkiraan, meskipun data untuk Juli direvisi lebih rendah menjadi 157.000 penambahan pekerjaan. Data tersebut dinilai pasar bisa menambah bukti makroekonomi baru-baru ini bahwa Federal Reserve memenangkan perjuangannya melawan inflasi. Selain itu, data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral sudah mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunganya. Berdasarkan alat FedWatch CME, para pedagang melihat peluang 93% bagi The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuannya akhir September ini.

Adapun di Asia, pembaruan selera risiko sebagian besar dipicu oleh serangkaian tindakan yang diambil oleh Beijing untuk menopang perekonomiannya. Hal tersebut meningkatkan permintaan China yang lesu dan menghentikan krisis real estat yang semakin meningkat. Selain itu, perhelatan KTT Asean 2023 pekan ini juga turut menjadi perhatian pelaku pasar.

(Baca: IHSG Menghijau pada Awal Bulan (1 September 2023))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags