Pembukaan IHSG: Indeks Fluktuatif di Awal Dagang (8 Mei 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka turun tipis 0,14 poin atau 0,002% ke level 6.787,49 pada perdagangan Senin (8/5). Indeks sempat menguat ke level 6.96,67 tetapi kemudian berbalik turun 0,22% atau 15,06 poin ke level 6.772,57 pada pukul 09.03 WIB.

Gita Arwana Cakti

May 8, 2023 - 9:06 AM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka turun tipis 0,14 poin atau 0,002% ke level 6.787,49 pada perdagangan Senin (8/5). Indeks sempat menguat ke level 6.96,67 tetapi kemudian berbalik turun 0,22% atau 15,06 poin ke level 6.772,57 pada pukul 09.03 WIB.

Tercatat 195 saham berhasil menguat, 144 saham melemah, dan 233 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pagi ini tercatat berada di posisi Rp9.642,59 triliun. Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 0,82% atau 56,4 poin ke level 6.787,63.

Pergerakan IHSG pagi ini terjadi di tengah bursa global cenderung menguat. Di Asia, indeks Strait Times tercatat melemah 0,04%, indeks Shanghai Composite naik 0,16%, indeks Hang Seng menguat 0,34%, dan indeks Nikkei 225 terkoreksi 0,69% pada pukul 08.55 WIB.

Di Eropa, indeks FTSE 100 London menguat 0,98%. Di Amerika Serikat indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak 2,25%, indeks S&P 500 melejit 1,85%, dan Dow Jones menguat 1,65% pada Jumat (5/5).

Penguatan terjadi ditopang oleh rilis data pekerjaan AS yang mendorong optimisme prospek ekonomi Negeri Paman Sam serta pasar yang memangkas ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve setelah serentetan panjang kenaikan suku bunga acuan sebelumnya.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan meningkat pada April dan kenaikan upah juga meningkat dengan kuat. Laporan penggajian non-pertanian menunjukkan pemberi kerja AS menambahkan 253.000 pekerjaan baru pada April. Jumlah itu lebih tinggi dari posisi Maret sebanyak 165.000 dan melebihi ekspektasi sebelumnya sebesar 180.000.

Laporan tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat di tengah keberlanjutan kenaikan suku bunga acuan dari Federal Reserve pada awal bulan ini.

Sementara itu, sejak Gubernur The Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral dapat menghentikan kenaikan suku bunga, para pedagang memperkirakan hal tersebut akan terjadi pada pertemuan Juni. Beberapa di antaranya bahkan memprediksi akan adanya penurunan suku bunga pada Juli.

(Baca: IHSG Lesu Sepekan di Tengah Beragam Sentimen)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags