Pembukaan IHSG: Indeks Menguat di Awal Dagang (29 Mei 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 0,004% atau 0,28 poin ke level 6.687,28 pada perdagangan Senin (29/5). Adapun pada pukul 09.02 WIB indeks menguat 0,20% atau 13,34 poin ke level 6.700,34.

Gita Arwana Cakti

May 29, 2023 - 9:04 AM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 0,004% atau 0,28 poin ke level 6.687,28 pada perdagangan Senin (29/5). Adapun pada pukul 09.02 WIB indeks menguat 0,20% atau 13,34 poin ke level 6.700,34.

Tercatat 216 saham berhasil menguat, 107 saham melemah, dan 225 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pagi ini tercatat berada di posisi Rp9.536,22 triliun. Sebelumnya, IHSG ditutup ditutup terkoreksi dari hari sebelumnya 0,26% atau setara 17,23 poin menuju level penutupan 6.687,00.

Pergerakan IHSG pagi ini terjadi di tengah bursa global yang cenderung menguat. Di Asia, indeks Strait Times tercatat menguat 0,49%, indeks Shanghai Composite naik 0,27%, dan indeks Nikkei 225 terapresiasi 1,35% pada pukul 08.55 WIB. Sementara itu, indeks Hang Seng terkoreksi 0,24%.

Di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak 2,19%. Lalu indeks S&P 500 menguat 1,30%, dan Dow Jones terapresiasi 1,00% pada perdagangan Jumat (26/5).

Bursa AS naik tajam di tengah kelanjutan pembicaraan terkait rencana peningkatan plafon utang AS pada Jumat pekan lalu. Setelah beberapa putaran pembicaraan, Presiden AS Joe Biden dan anggota kongres utama dari Partai Republik Kevin McCarthy memberi sinyal hampir mencapai kesepakatan.

Adapun dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Joe Biden pada Minggu waktu setempat memang dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Ketua DPR Kevin McCarthy untuk menangguhkan plafon utang sebesar US$31,4 triliun hingga 1 Januari 2025. Biden mengungkapkan bawah kesepakatan tersebut menghilangkan ancaman gagal bayar yang besar dan dapat melindungi pemulihan ekonomi AS. 

Adapun kesepakatan itu juga siap untuk dibawa ke Kongres untuk pemungutan suara. Selain menangguhkan batas utang hingga 1 Januari 2025, kesepakatan perjanjian tersebut juga membatasi pengeluaran dalam anggaran 2024 dan 2025, menarik kembali dana Covid yang tidak terpakai, mempercepat proses perizinan untuk beberapa proyek energi dan memasukkan persyaratan kerja tambahan untuk program bantuan pangan bagi orang Amerika yang miskin. 

(Baca: IHSG Koreksi Tipis Sepekan, Sektor Teknologi Paling Lesu)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags