Pembukaan IHSG: Indeks Terapresiasi di Awal Dagang (26 Mei 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka stagnan di 6.704,23 pada perdagangan Jumat (26/5). Adapun pada pukul 09.01 WIB indeks menguat 0,15% atau 9,88 poin ke level 6.714,11.

Gita Arwana Cakti

May 26, 2023 - 9:02 AM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka stagnan di 6.704,23 pada perdagangan Jumat (26/5). Adapun pada pukul 09.01 WIB indeks menguat 0,15% atau 9,88 poin ke level 6.714,11.

Tercatat saham berhasil menguat, saham melemah, dan saham stagnan. Kapitalisasi pasar pagi ini tercatat berada di posisi Rp9.554,89 triliun. Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 0,62% atau setara 41,57 poin menuju level 6.704,23.

Pergerakan IHSG pagi ini terjadi di tengah bursa global yang bergerak beragam. Di Asia, indeks Strait Times tercatat menguat 0,02%, indeks Shanghai Composite turun 0,43%, sedangkan indeks Nikkei 225 menguat 0,83% pada pukul 08.55 WIB. Sementara itu, bursa Hong Kong tutup karena libur.

Di Asia, kekhawatiran utama pelaku pasar adalah ekonomi China yang kehilangan momentum dan masalah keuangan terus-menerus di sektor real estat. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan PDB China tahun ini akan lebih dekat dengan target pemerintah sekitar 5%. Hal tersebut bertentangan dengan ekspektasi overshoot besar yang terbentuk pada awal tahun.

Sementara itu di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak 1,71%. Lalu indeks S&P 500 menguat 0,88%, sedangkan Dow Jones turun 0,11% pada perdagangan Kamis (26/5).

Bursa AS cenderung menguat ditopang oleh penguatan sektor teknologi yang terdorong reli saham Nvidia Corp, perusahaan yang terkait dengan pembuatan kecerdasan buatan. Hal tersebut menutupi kekhawatiran pasar yang lebih luas terkait potensi gagal bayar utang AS.

Meskipun demikian, fokus pelaku pasar masih tertuju pada kelanjutan pembahasan plafon utang AS yang dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Mengutip Reuters, Presiden AS Joe Biden dan anggota parlemen dari Partai Republik Kevin McCarthy pada Kamis waktu setempat dikabarkan mulai mendekati kesepakatan. Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, para pihak yang melakukan negosiasi hanya berselisih US$70 miliar untuk pengeluaran diskresioner, Reuters melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik moderat pada pekan lalu. Adapun laporan Departemen Perdagangan mengonfirmasi pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal pertama tahun ini.

(Baca: Suku Bunga BI Tetap, IHSG Turun Ikuti Bursa Global (25 Mei 2023))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags