Resmi Diluncurkan, Ini Rincian Biaya Pengguna Jasa Bursa Karbon

Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon resmi diluncurkan pada hari ini, Selasa (26/9). Adapun biaya pengguna jasa bursa karbon dapat dilihat dalam rincian berikut.

Sarnita Sadya

Sep 26, 2023 - 1:39 PM

Data

Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon resmi diluncurkan pada hari ini, Selasa (26/9). Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara bursa karbon (PBK). Pembukaan perdagangan perdana bursa karbon pagi ini dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Mengutip dari siaran langsung di Youtube resmi IDX, Joko Widodo menegaskan bahwa peluncuran bursa karbon ini menjadi tanda dimulainya perdagangan karbon di Indonesia. Adapun hal ini menjadi kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia melawan krisis perubahan iklim.

Dia juga mengatakan bahwa ancaman perubahan iklim merupakan hal serius dan beberapa dampaknya sudah mulai dirasakan seperti kenaikan suhu bumi, banjir, kekeringan, hingga polusi. Sehingga kehadiran bursa karbon diharapkan bisa menjadi langkah konkret indonesia mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) atau mewujudkan masa depan yang rendah emisi. Jokowi pun mengatakan bahwa hal ini dapat menjadi kesempatan terciptanya ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sejalan dengan arah ekonomi dunia yang menuju ekonomi hijau.

Sebagaimana diketahui, bursa karbon merupakan tempat atau medium dilakukannya jual beli kredit karbon berupa sertifikasi atau izin dalam menghasilkan emisi karbon dioksida. Secara teknis, perusahaan yang menghasilkan emisi karbon dioksida dalam jumlah sedikit dapat menjual kredit karbon kepada perusahaan yang menghasilkan banyak karbon dioksida.

(Baca: POJK No. 14/2023 tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon)

Untuk dapat menggunakan jasa bursa karbon tersebut, BEI pun telah menetapkan ketentuan biaya transaksi yang dikenakan kepada pengguna jasa bursa karbon sebagai berikut:

1. Biaya Pendaftaran Unit Karbon

Biaya pendaftaran unit karbon ditetapkan sebesar Rp0 per ton unit karbon.

2. Biaya Transaksi

a. Biaya transaksi unit karbon di Bursa Karbon per Pengguna Jasa Bursa Karbon beli dan Pengguna Jasa Bursa Karbon jual per transaksi adalah sebagai berikut.

  • Pasar Reguler PBK: 0,11% dari nilai transaksi
  • Pasar Negosiasi PBK: 0,11% dari nilai transaksi
  • Pasar Lelang PBK: 0,22% dari nilai transaksi
  • Pasar Non-Reguler PBK: 0,22% dari nilai transaksi

b. Pembayaran biaya transaksi sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), tetapi tidak termasuk kewajiban perpajakan lainnya (jika ada) yang dibayarkan melalui PBK sebagai Wajib Pungut.

c. Biaya transaksi unit karbon diberikan insentif berupa pengurangan nilai tagihan dari total biaya transaksi yang ditagihkan kepada Pengguna Jasa Bursa Karbon sampai dengan tanggal 31 Oktober 2023 dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Pasar Reguler PBK: 0,05% dari nilai transaksi
  • Pasar Negosiasi PBK: 0,05% dari nilai transaksi
  • Pasar Lelang PBK: 0,11% dari nilai transaksi
  • Pasar Non-Reguler PBK: 0,11% dari nilai transaksi

3. Biaya Penarikan Dana

Biaya penarikan dana dari rekening Pengguna Jasa Bursa Karbon sebesar Rp25.000 per penarikan dana dari rekening Pengguna Jasa Bursa Karbon.

4. Biaya Pelatihan Tambahan

  1. Pengguna Jasa Bursa Karbon wajib membayar biaya pelatihan tambahan jika Pengguna Jasa Bursa Karbon mengajukan permintaan pelatihan di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh PBK dengan tetap mengikuti ketersediaan waktu PBK.
  2. Biaya pelatihan tambahan yang dikenakan kepada Pengguna Jasa Bursa Karbon sebagaimana ditetapkan sebesar Rp1.000.000 per orang.

Selain ketentuan perpajakan terkait biaya transaksi, maka biaya lain akan tunduk kepada peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia dan akan dibayarkan atau ditarik melalui PBK. Adapun PBK dari waktu ke waktu berwenang untuk mengubah besaran biaya dari yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebagai informasi, saat ini mekansime bursa karbon terbagi atas dua yakni allowance market dan offset market. Dalam laman resmi IDXCarbon, dijelaskan bahwa allowance market merupakan mekanisme cap-and-trade yang pada umumnya diterapkan pada perdagangan karbon yang bersifat wajib.

Pelaku usaha yang telah ditetapkan Pemerintah diberi cap atau Persetujuan Teknis Atas Batas Emisi - Pelaku Usaha (PTBAE-PU) berupa alokasi kuota (allowance) pada periode tertentu. Pelaku usaha yang melewati cap dapat membeli unit karbon dari pelaku usaha yang memiliki kelebihan cap.

Sementara offset market merupakan pasar Sertifikat Pengurangan Emisi - Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang biasa dikenal dengan Carbon Offset yakni memperdagangkan unit karbon dari usaha dan atau kegiatan lain dari aksi mitigasi perubahan iklim. Pelaku usaha dapat membeli unit karbon untuk digunakan dalam memenuhi target penurunan emisi atau memiliki komitmen dalam carbon neutral atau net-zero emission.

(Baca: IDXCarbon Resmi Meluncur, Ini Daftar Pengelompokan Unit Karbon)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags