Sektor Kesehatan Bawa IHSG ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada Selasa (8/2), setelah menyentuh level tertinggi atau all time high (ATH) sehari sebelumnya. Sektor kesehatan menjadi pemberat indeks komposit pada hari ini.

Dyah Ayu Kartika

Feb 8, 2022 - 4:51 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada Selasa (8/2), setelah menyentuh level tertinggi atau all time high (ATH) sehari sebelumnya. IHSG ditutup terkoreksi 0,23% atau 15,42 poin terhenti di level 6.789,52. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran harian 6.780,42 hingga 6.860,75. 

Sepanjang perdagangan, total transaksi di bursa sebesar Rp14,79 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,96 miliar lot. Terpantau 261 saham ditutup menguat, 268 saham terkoreksi, sedangkan 152 saham lainnya ditutup stagnan. 

Sektor kesehatan turun paling dalam dan memberatkan indeks komposit dengan penurunan sebesar 2,37%. Posisinya diikuti sektor barang baku yang merosot 1,22%.

Meski melemah, investor asing masih marak mencatatkan aksi beli bersih di seluruh pasar senilai Rp1,54 triliun. Saham-saham bank dengan modal jumbo menjadi favorit asing untuk dikoleksi.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan net buy sebesar Rp638,61 miliar. Posisinya diikuti saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net foreign buy Rp411,96 miliar.

Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang diborong asing sejumlah Rp235,03 miliar. Ada pula saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan net foreign buy sebesar Rp123,19 miliar.

Di sisi lain, saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) paling banyak dilepas asing dengan net sell mencapai Rp75,26 miliar. Setelahnya ada saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang dilego asing senilai Rp59,6 miliar.

Lesunya IHSG beriringan dengan rilis data posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2022 yang menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat posisi cadangan devisa Indonesia sebesar US$141,3 miliar pada akhir Januari 2022, lebih rendah 2,48% dari posisi Desember 2021 yang sebanyak US$144,9 miliar.

Penurunan ini utamanya dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, berkurangnya penempatan valuta asing (valas) perbankan di BI sebagai antisipasi kebutuhan likuiditas valas sejalan dengan membaiknya aktivitas perekonomian.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada bulan lalu setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor. Nilai itu juga setara dengan 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sentimen lainnya yang membayangi IHSG adalah PPKM di wilayah DKI Jakarta yang kembali diketatkan ke level 3. Ini dilakukan mengingat kasus Covid-19 yang terus meningkat.

(Baca: Ekonomi RI Tumbuh 3,69%, IHSG Kembali All Time High)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags