Sorotan Pasar 15 Juni 23: Grup Salim hingga Laba AJB Bumiputera

Pertimbangan pemerintah menaikkan RAPBN 2024, aksi ekspansi Grup Salim di DEWA, perolehan laba AJB Bumiputera 1912, rencana pembahasan IPO PHE dengan DPR, tekanan harga CPO, hingga keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuannya menghiasi pemberitaan di sejumlah media massa hari ini.

Theresia Gracia Simbolon

Jun 15, 2023 - 10:32 AM

Data

Laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) tak hanya dipengaruhi oleh sisi teknikal saja tetapi juga oleh sentimen dalam dan luar negeri. Kebijakan ekonomi dan moneter serta dinamika politik sejumlah negara hingga aksi korporasi sejumlah perusahaan menjadi hal-hal yang juga tak luput dari sorotan pasar.

Berdasarkan pantauan DataIndonesia.Id, berikut ini perkembangan pasar modal hingga aksi korporasi yang turut menghiasi pemberitaan di sejumlah media massa.

Ruang Lega Belanja Negara

Meski telah berhasil lepas dari jeratan pandemik Covid-19 yang mengoyak ruang fiskal sejak 2020, belanja negara pada 2024 didesain tetap adaptif dan ekspansif menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Hal itu mengingat masih tingginya ketidakpastian global, dampak perang Rusia-Ukraina yang belum mereda, hingga transisi kepemimpinan di dalam negeri. Pada saat bersamaan, akhir bulan ini pemerintah akan mengumumkan fase peralihan dari pandemi menuju endemi yang sekaligus membuka pintu normalisasi jauh lebih lebar.

Atas dasar pertimbangan tersebut pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menaikkan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.

Dalam pembahasan yang dilakukan secara intensif sejak pekan lalu, belanja negara 2024 akhirnya dikatrol dari sebelumnya 13,97%-15,01% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 14,03%-15,01% terhadap PDB. Otoritas fiskal pun menyadari beratnya tantangan ekonomi pada tahun transisi sehingga pengeluaran dialokasikan lebih besar guna meleluasakan manuver fiskal tatkala terjadi guncangan.

Sumber: Bisnis Indonesia

(Baca: APBN RI Surplus Sebesar Rp234,7 Triliun pada April 2023)

Laba AJB Bumiputera 1912

Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 secara mengejutkan membukukan laba bersih pada 2022, ketika utang klaim masih menggunung dan memicu protes para pemegang polisnya. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan berbagai sinyal yang menyebabkan profit asuransi itu muncul.

Asuransi Bumiputera baru-baru ini menerbitkan laporan keuangan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Hertanto, Grace, Karunawan - TIAG International. Opini disclaimer disematkan di laporan tersebut. Laporan keuangan 2022 itu pun seperti menjadi babak baru dinamika kondisi keuangan satu-satunya perusahaan asuransi berbentuk usaha bersama (mutual) di Indonesia.

Adapun manajemen AJB Bumiputera 1912 memberi penjelasan atas laba komprehensif perusahaan yang mencapai Rp953,81 miliar pada tahun lalu, yang berbalik dari rugi -Rp1,19 triliun pada tahun sebelumnya.

Dalam pernyataan tertulisnya, manajemen menyebutkan laba jumbo ini sebagian besar bersumber dari strategi penjualan kembali polis kepada nasabah eksisting dan revaluasi aset properti untuk investasi perusahaan.  Pendapatan premi terbuku atau dicatatkan sebesar Rp1,17 triliun pada 2022 termasuk di dalamnya kebijakan penjualan polis kembali kepada pemegang polis yang memiliki polis dan telah mengajukan klaim. Adapun hasil investasi Rp786,87 miliar disebut sebagai pencatatan selisih penilaian kembali nilai wajar tanah bangunan investasi.

Sumber: Bisnis.com

Tekanan Ekspor Minyak Nabati

Di tengah terus meningkatnya volume ekspor minyak sawit Indonesia, harga komoditas unggulan itu justru tertekan setelah pengesahan undang-undang antideforestasi Uni Eropa (EUDR).

Pada saat harga tandan buah segar (TBS) sawit menurun, UE justru menyetujui pemberlakuan internasional EUDR pada bulan lalu. Regulasi baru yang bakal berlaku efektif Desember 2024 itu menetapkan tujuh komoditas yaitu sawit, daging, kayu, kopi, kakao, karet, soya serta produk-produk turunannya bukan hasil deforestasi.

Adapun tekanan harga TBS sawit terjadi di hampir semua wilayah Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah banyak spekulan CPO pasar internasional yang memainkan isu EUDR guna mendapatkan harga terendah komoditas itu. Sejauh ini, juga banyak spekulan yang seakan mewajibkan semua produk CPO wajib memiliki setifikasi EUDR. Hal tersebut berdampak pada harga CPO global yang sedikit mengalami penurunan.

Sumber: Bisnis Indonesia

Pembahasan Rencana IPO PHE

Menteri BUMN Erick Thohir akan menggelar rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Kamis (15/6), salah satunya untuk membahas rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Hal itu tercantum dalam agenda rapat Komisi VI DPR RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2022-2023.

Adapun sebelumnya, rencana IPO anak usaha pertamina itu digadang-gadang akan menambah deretan emiten dengan IPO jumbo di pasar modal. Pada pemberitaan Bisnis sebelumnya, PHE diharapkan untuk menjual 10%-15%. Saat ini rencana IPO subholding upstream Pertamina itu telah memasuki tahap kedua pengajuan dokumen ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta inisiasi tahap pre-deal investor education.

Sumber: Bisnis.com

(Baca: Emiten dengan Perolehan Dana IPO Terbesar Sepanjang Mei 2023)

 

Aksi Korporasi Grup Salim

Orang kepercayaan Grup Salim, Teguh Boentoro masuk dalam jajaran direksi emiten jasa pertambangan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA). Masuknya Teguh sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan  (RUPST).   

Mengutip Harian Bisnis Indonesia, berdasarkan informasi salah satu pemegang saham, RUPST tersebut menyetujui masuknya Teguh ke dalam jajaran direksi DEWA menggantikan salah satu dari dua direktur yang mengundurkan diri yaitu Prabhakaran Balasubramanian dan Rio Supin.

Bisnis  telah mencoba mengkonfirmasi dan datang ke RUPST, namun hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari manajemen DEWA. Adapun saham DEWA langsung meroket 22% ke level 61 pada penutupan perdagangan Rabu (14/6) setelah terus stagnan di level 50 sejak 8 Maret 2023. Namun, pada perdagangan Kamis (15/6) pukul 09.45 WIB, harga saham DEWA berbalik jatuh 6,56% ke level 57.

Geliat ekspansi bisnis Grup Salim di berbagai sektor industri juga menjadi sorotan di Harian Kontan, termasuk Grup Salim yang dikabarkan menjadi pemegang saham emiten kontraktor tambang milik Gup Bakrie, DEWA.

Namun, bukan baru ini Grup Salim di bawah komandi Anthoni Salim masuk menjadi pegenag saham emiten Grup Bakrie. Sebelumnya, Grup Salim melalui dua perusahaan cangkang, yakni Mach Energy Limited dan Treasure Global Investment telah menjadi pemegang saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) lewat slema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Selain itu, Salim juga memiliki pengaruh di PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Sumber: Bisnis Indonesia dan Kontan

Dana Asing Mengempis di Bursa

Dana asing terus mengalir keluar dari bursa Indonesia. Dalam sepekan terakhir, asing membukukan penjualan bersih atau net sell Rp1,45 triliun. Pengumuman suku bunga Federal Reserve juga menjadi salah satu fokus investor pekan ini.  Belakangan ini, asing banyak melepas sejumlah saham pertambangan dan perbankan. Namun, akumulasi net sell terbesar di pekan ini berada di saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan net sell Rp303,65 miliar. Sejumlah saham bank big caps juga dilanda aksi jual.

Sumber: Kontan

(Baca: Perkembangan Nilai Transaksi Saham di BEI Selama 2023 Berjalan)

Syarat Ketat Relaksasi Ekspor Konsentrat

Pemerintah mengevaluasi progres pembangunan fasilitas mineral (smelter) oleh perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) maupun IUP khusus (IUPK) setiap tiga bulan. Progres pembangunan smelter menjadi salah satu syarat untuk memperoleh izin ekspor konsentrat periode Juni 2023 hingga 31 Mei 2024. Bila progress pembangunannya tidak sesuai rencana kerja, izin ekspor konsentrat dicabut.

Terdapat lima komoditas yang diizinkan untuk diekspor hingga akhir Mei 2024 yakni tembaga, besi, timbal, seng, serta anoda slime. Lima perusahaan pemegang IUP maupun IUPK lima komoditas tersebut mendapatkan izin ekspor lantaran kemajuan smelter yang mereka bangun telah mencapai lebih dari 50% hingga 31 Januari 2023. Kelimanya adalah PT Freeport Indonesia, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, PT Sebuku Iron Lateritic Ores, PT Kapuas Prima Coal/PT Kapuas Prima Citra, serta PT Kapuas Prima Coal/PT Kobar Lamandau Mineral.

Sumber: Investor Daily

Keputusan The Fed

Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5%-5,25% pada rapat kebijakan (FOMC meeting) yang berakhir pada Rabu (14/6) waktu setempat. Namun, bank sentral AS mengisyaratkan dalam proyeksi baru bahwa kenaikan suku bunga mungkin masih perlu dinaikkan sebanyak setengah persentase poin pada akhir tahun ini. Hal itu menyusul kuatnya ekonomi Negeri Paman Sam yang melebihi ekspektasi dan penurunan inflasi yang lebih lambat.

Adapun keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya menghentikan tren kenaikan yang cukup agresif  The Fed sejak tahun lalu. Berdasarkan data yang dihimpun DataIndonesia.id, sejak Maret 2022 hingga Mei 2023 The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 10 kali dengan kenaikan akumulatif 500 basis poin.

Sumber: DataIndonesia.id

(Baca: Data Historis Suku Bunga Acuan The Fed)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags