Terseret Sentimen Global, IHSG Kembali Melemah (3 Mei 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (3/5). Indeks ditutup turun 0,74% atau 50,58 poin menuju level 6.812,72 setelah sempat menguat di awal dagang.

Dyah Ayu Kartika

May 3, 2023 - 4:36 PM

Data

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (3/5). Indeks ditutup turun 0,74% atau 50,58 poin menuju level 6.812,72 setelah sempat menguat di awal dagang.

Sepanjang perdagangan, indeks komposit berfluktuasi menyentuh level harian terendah di posisi 6.776,9 dan level tertinggi hariannya di posisi 6.865,61.

Tercatat 206 saham berhasil menguat, 337 saham melemah, dan 190 saham lainnya ditutup stagnan. Indeks sektoral yang mengalami penurunan paling tajam yakni sektor energi dengan koreksi 1,45%. Diikuti oleh sektor perindustrian yang turut melemah 1,33%. 

Kapitalisasi pasar tercatat berada pada posisi Rp9.682,96 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 15,27 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat sejumlah Rp10,49 triliun. 

Deretan saham berkapitalisasi pasar besar yang ikut menekan laju gerak IHSG antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan koreksi 1,38% ke level 8.925. Diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang melemah 0,97% menuju level 5.100. Adapun saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) turun 1,34% ke 2.940.

Pelemahan IHSG ikut terseret oleh sentimen negatif dari global. Di Asia, indeks Strait Times tercatat melemah 0,73% dan indeks Hang Seng ambles 1,18% pada Rabu (3/5) pukul 16.15 WIB. Adapun bursa Jepang dan China tutup karena libur.

Di Amerika Serikat bursa saham juga kompak turun di atas 1%. Nasdaq Composite ditutup melemah 1,08%, indeks S&P 500 jatuh 1,16%, dan Dow Jones terkoreksi 1,08% pada Selasa (2/5).

Bursa global tertekan di tengah kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi AS sambil menantikan keputusan Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga acuannya. Pasar telah memperkirakan akan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat kebijakan FOMC yang akan berakhir pada Rabu waktu setempat. 

Jika perkiraan tersebut terjadi, maka fokus pasar selanjutnya akan tertuju kepada sikap Gubernur The Fed Jerome Powell apakan akan mendorong kembali ekspektasi investor untuk penurunan suku bunga pada akhir tahun. Di sisi lain, penurunan saham-saham bank regional AS kembali menimbulkan kekhawatiran baru atas sistem keuangan di Negeri Paman Sam.

Setelah kegagalan Silicon Valley Bank dan Signature Bank pada Maret lalu, jatuhnya saham First Republic selama akhir pekan membuat kepercayaan pada perbankan yang lebih kecil memudar. Investor pun berharap perbankan dapat lebih memperketat penyaluran pinjaman sebagai tanggapan akan adanya kasus kebangkrutan bank regional sebelumnya. 

(Baca: IHSG Lanjutkan Pelemahan di Tengah Rilis Inflasi (2 Mei 2023))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags