Utang Luar Negeri RI Terkendali, IHSG Menguat (14 Februari 2023)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau kembali bertengger di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (14/2). IHSG terpantau mengalami penguatan 0,6% atau setara 41,72 poin ke level tertinggi harian di 6.941,86.

Dyah Ayu Kartika

Feb 14, 2023 - 4:08 PM

Data


Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau kembali bertengger di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (14/2). IHSG terpantau mengalami penguatan 0,6% atau setara 41,72 poin ke level tertinggi harian di 6.941,86. 

Sepanjang perdagangan, indeks komposit terus bergerak di zona hijau dalam rentang harian dari terendah di level 6.909,89 hingga tertinggi di posisi 6.941,86.

Tercatat 268 saham berhasil menguat, 236 saham parkir di zona merah dan 210 saham lainnya ditutup stagnan. Sektor kesehatan mengalami kenaikan paling signifikan dengan penguatan 1,85% dan diikuti sektor energi yang terkerek 1,22%. 

Kapitalisasi pasar tercatat berada pada posisi Rp9.590,6 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 18,96 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,02 triliun. 

Saham yang menguat paling tajam adalah PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) yang menguat 22,3% ke 181. Selanjutnya saham PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) dengan apresiasai 16% menuju level 58. Diikuti saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. (BPTR) yang naik 15,52% ke posisi 134.

Beberapa saham yang banyak ditransaksikan oleh investor antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang diperdagangkan sebanyak Rp520,6 miliar dan saham BBCA naik 0,85% ke 8.8950. Diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan nilai transaksi Rp489,3 miliar dan saham BBRI ditutup menguat 1,46% ke level 4.870. Lalu saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan nilai Rp365,2 triliun dan saham GOTO naik 2,59% ke level 119.

Bursa dalam negeri menguat seiring dengan rilis Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV/2022 yang tetap terkendali. Posisi ULN Indonesia pada akhir 2022 tercatat sebesar US$396,8 miliar. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada 2022 secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 4,1% (yoy), melanjutkan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 6,7% (yoy).

Adapun indeks utama bursa Asia terpantau variatif pada Selasa (14/2) pukul 16.00 WIB. Indeks Nikkei 225 menguat 0,64% dan Shanghai Composite naik 0,28%, sedangkan Strait Times turun 0,14% dan Hang Seng melemah 0,24%.

Bursa Asia mendapat katalis dari rilisnya perekonomian Jepang yang tercatat naik 0,6% secara tahunan selama kuartal keempat tahun 2022. Namun angka tersebut berada di bawah konsensus pasar yang mencatat pertumbuhan 2%. Tercatat konsumsi swasta meningkat seiring dengan penghapusan langkah-langkah penanganan pandemi. 

Di sisi lain, indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) terpantau kompak menghijau pada Senin (13/2) waktu setempat. Nasdaq Composite naik 1,48%, S&P 500 menguat 0,15%, sedangkan  Dow Jones menghijau 1,11%. 

(Baca: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$396,8 Miliar per Desember 2022)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags