Membaca buku menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong literasi masyarakat Indonesia. Hal itu juga dapat membantu mereka untuk meraih pengetahuan yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan data Perpustakaan Nasional (Perpusnas), tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia sebesar 63,9 poin pada 2022. Skor tersebut meningkat 7,4% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar 59,52 poin.
Menurut wilayahnya, Yogyakarta memiliki skor TGM tertinggi secara nasional, yakni 72,29 poin. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan skor TGM sebesar 70,96 poin.
Kemudian, skor TGM di Jawa Barat tercatat sebesar 70,1 poin. Setelahnya ada DKI Jakarta dan Jawa Timur dengan skor TGM masing-masing sebesar 68,54 poin.
Sementara, skor TGM di Papua Barat menjadi yang terendah di Indonesia, yakni 54,81 poin. Di atasnya ada Sulawesi Utara dan Papua dengan skor masing-masing sebesar 55,58 poin dan 55,93 poin.
Lebih lanjut, hasil TGM menunjukkan waktu membaca masyarakat Indonesia selama 1 jam 37,8 menit per hari. Jika dikonversi, masyarakat Indonesia menghabiskan waktu hingga 9 jam 56 menit untuk membaca setiap minggunya.
Frekuensi membaca masyarakat Indonesia sebanyak lima kali per minggu. Adapun, masyarakat Indonesia membaca lima bahan bacaan setiap tiga bulan pada 2022.
Sebagai informasi, Perpusnas melakukan survei tentang tingkat kegemaran membaca di Indonesia terhadap 11.158 reponden yng tersebar di 102 kabupaten/kota. Perhitungan TGM didasari lima aspek, mulai dari frekuensi membaca per minggu hingga durasi akses internet untuk bahan bacaan.