Tentang Perusahaan
PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC sejarahnya tidak dapat dilepaskan dari pendirian PT Bank Yudha Bhakti, yang didirikan seiring dengan terbitnya PAKTO 27/1988 yang memberi kemudahan dan membuka peluang besar untuk pendirian bank baru. Secara resmi bank didirikan pada 19 September 1989.
Seiring dengan perkembangan usahanya, Bank Yudha Bhakti mencatatkan saham dalam rangka penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2015 dengan kode BBYB dan resmi menjadi perusahaan terbuka. Bersama PT Akulaku Silvrr Indonesia (Akulaku), yang sebagai salah satu pemegang saham, bank bertransformasi menjadi bank digital. Pada 2020, PT Bank Yudha Bhakti resmi berganti nama menjadi Bank Neo Commerce sesuai salinan keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-121/PB-1/2020, pada tanggal 2 September 2020.
Strategi
BNC menawarkan berbagai jenis produk dan layanan seperti tabungan, giro, dan deposito yang dapat menjadi solusi untuk kebutuhan finansial nasabah. Selain produk-produk tersebut, BNC juga mulai memasarkan produk Wealth Management dengan kerja sama Rekanan Manajer Investasi, yaitu produk reksa dana. Produk-produk tersebut telah didistribusikan baik melalui platform digital maupun kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia.
Bank juga terus melanjutkan pengembangan produk, layanan, maupun banking experience bagi nasabah dengan beberapa inisiatif seperti:
- Penambahan dan pengembangan fitur dan layanan jasa transaksi melalui platform digital.
- Memperluas layanan Wealth Management yang dimiliki oleh BNC, dengan adanya penambahan produk-produk Bancassurance dan Obligasi untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah sesuai dengan profil risiko yang dimiliki.
- Pengembangan layanan nasabah prioritas, yang akan menyediakan berbagai loyalty program dan customer benefit untuk nasabah.
- Terus meningkatkan akuisisi nasabah dengan didukung oleh program-program akuisisi yang menarik dengan melakukan kolaborasi/partnership dengan para mitra dari merchant.
- Mengembangkan produk dan layanan untuk nasabah korporasi, termasuk layanan secara digital.
Kinerja
Pada kuartal III/2022, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) masih mencatatkan kerugian bersih senilai Rp601,17 miliar. Kerugian ini membengkak 127,08% (yoy) jika dibandingkan dengan kuartal III/2021 yang mencatat rugi bersih sebesar Rp264,74 miliar. Adapun dari sisi pendapatan bunga, Bank Neo terpantau membukukan pertumbuhan yang signifikan mencapai 220,74% menjadi Rp1,58 triliun per September 2022 dibandingkan periode serupa 2021 yang senilai Rp493,57 miliar.
Dari sisi jumlah kredit yang diberikan, Bank Neo mencatat peningkatan hingga 132,53% dari September 2021 yang sebesar Rp3,84 triliun menjadi Rp8,93 triliun per September 2022. Sejalan dengan naiknya jumlah kredit, aset yang dimiliki Bank Neo juga tumbuh 97,83% (yoy) menuju Rp16 triliun dari sebelumnya Rp8,09 triliun. Tak hanya itu, jumlah dana yang berhasil dihimpun (DPK) Bank Neo juga menanjak 89,81% menjadi Rp12,67 triliun pada kuartal III/2022. Sementara pada kuartal III/2021, jumlah DPK Bank Neo tercatat sebesar Rp6,68 triliun.
Prospek
BNC melihat bahwa pengeluaran konsumen dan kegiatan manufaktur di Indonesia terus tumbuh seiring dengan naiknya pendapatan, pekerjaan, optimisme, serta kenaikan investasi juga ikut terbantu oleh naiknya permintaan, perbaikan iklim investasi dan iklim berusaha, serta pemulihan kredit.
Perseroan optimistis bisnis bank digital mempunyai prospek yang cerah seiring dengan meningkatnya trend digitalisasi di sektor keuangan. Kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan digital saat ini juga terus meningkat. Terlebih lagi, OJK juga telah menetapkan percepatan transformasi ekonomi digital sebagai salah satu dari delapan arah kebijakan strategis OJK pada 2022.
BNC akan terus senantiasa melakukan beberapa pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan, sehingga kinerja BNC pada masa yang akan datang senantiasa mengalami peningkatan secara berkelanjutan. BNC juga memiliki target dalam jangka menengah sebagai berikut :
- Menjadi bank digital yang unggul dan kompetitif, melalui pembangunan ekosistem berkelanjutan, untuk memberikan kemudahan serta layanan yang optimal kepada nasabah.
- Melakukan transformasi layanan konvensional menjadi berbasis teknologi, untuk menyempurnakan layanan pada captive market yang telah terbentuk, serta menjangkau potential market baru.
- Menjadi bank dengan culture millennial untuk menarik talenta muda berkarya dan berkreasi mewujudkan inovasi baru layanan perbankan.
- Mengimplementasikan konsep open banking, sehingga dapat memposisikan sebagai salah satu institusi finansial yang siap berkolaborasi dalam ekosistem digital.