Febriany Eddy resmi ditunjuk sebagai Managing Director Holding Operasional BPI Danantara. Ia akan ditemani oleh Agus Dwi Handaya dalam posisi barunya tersebut.
Melansir laman resmi Vale.com, Febriany lahir di Palembang pada 18 Februari 1977. Ia dikenal memiliki pengalaman kerja internasional di industri finansial maupun pertambangan.
Di dunia pendidikan, menurut dokumen resmi Danantara, ia merupakan lulusan Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia pada 1999. Ia juga memperoleh sertifikasi Certified Public Accountant (CPA) dari Institute of Certified Public Accountant Indonesia pada 2001.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di luar negeri. Febriany meraih gelar Master of Business Administration dari National University of Singapore pada 2013. Setahun setelahnya, ia menyelesaikan program MBA di UCLA Anderson School of Management, Amerika Serikat.
Febriany mengawali kariernya di Rajawali Corporation pada 2006 hingga 2007 sebagai Business Unit Performance Review Manager untuk sektor minyak sawit dan pertambangan batu bara. Ia kemudian bergabung dengan PT Vale Indonesia Tbk. pada 2013 sebagai Chief Financial Officer. Posisi itu diembannya hingga 2018 sebelum naik jabatan menjadi Deputy CEO pada 2019.
Pada 2021 hingga saat ini, Febriany resmi menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Presiden Direktur PT Vale Indonesia. Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut dalam sejarah perusahaan. Selama kepemimpinannya, ia terlibat dalam berbagai proyek strategis, termasuk investasi miliaran dolar di sektor hilirisasi nikel.
Kiprah Febriany di industri pertambangan turut berkontribusi dalam transisi industri hijau Indonesia. Ia berperan sebagai Wakil Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD). Dalam peran tersebut, ia mendorong implementasi praktik bisnis berkelanjutan di sektor industri nasional.
Reputasi Febriany di dunia bisnis juga diakui secara internasional. Pada 2022, ia masuk dalam daftar 20 pemimpin bisnis perempuan paling berpengaruh di Asia versi Forbes. Pengakuan tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu eksekutif perempuan dengan pengaruh besar di kawasan tersebut.
Ia juga masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Asia oleh Fortune selama 3 tahun berturut-turut. Penghargaan itu diterimanya pada 2022, 2023, dan 2024.