Profil Grace Natalie

Grace Natalie resmi ditunjuk oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai komisaris holding pertambangan pelat merah, MIND ID. Penunjukkan ini ditetapkan dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023 pada Senin (10/6).

Deva Zhalzha Amalia & Cindy Mutia Annur

12 Jun 2024 - 18.07

Profil

Grace Natalie resmi ditunjuk oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai komisaris holding pertambangan pelat merah, MIND ID. Penunjukkan ini ditetapkan dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023 pada Senin (10/6).

Grace Natalie Louisa atau lebih akrab disapa Grace Natalie lahir di Jakarta pada 4 Juli 1982. Melansir laman MIND ID, ia menamatkan pendidikan sarjananya di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBII) jurusan Akuntansi.

Sebelum bergabung dengan MIND ID, Grace pernah berkarir sebagai jurnalis di beberapa stasiun televisi swasta, menjabat sebagai CEO konsultan politik, hingga ketua umum partai politik.

Menurut laman resmi Cnnindonesia.com, ketika kuliah, Grace memberanikan diri untuk ikut kompetisi penyiaran yang digelar oleh SCTV dan berhasil lolos peringkat lima besar. 

Kemudian, ketika lulus ia langsung bekerja sebagai reporter SCTV pada akhir 2004 dan setahun berikutnya dipercaya sebagai penyiar Liputan6 SCTV.  Lalu, Grace melanjutkan kariernya sebagai jurnalis di ANTV pada 2006. Setelah 2 tahun berlalu, ia pindah ke statiun tv lain, yaitu TVOne

Melansir laman Kumparan.com, ketika di TVOne, Grace dipercaya untuk menjadi pembawa berita di berbagai program-program utama mereka, antara lain Kabar Pasar, Kabar Petang, dan Apa Kabar Indonesia.

Sebagai anchor, ia membuktikan keahliannya melalui sejumlah prestasi yang pernah diraihnya. Ia pernah dinobatkan sebagai Anchor of the Year 2008 dan Runner Up Jewel of the Station 2009 versi blog News Anchor Admirer.

Grace juga sering melakukan peliputan di lapangan. Ia pernah meliputi tragedi tsunami di Aceh, konflik horizontal di Poso, dan penggrebekan teroris di Temanggung pada 2009.

Saat bekerja di TVOne, Grace sempat mengikuti kursus kilat di Maastricht School of Management, Belanda dari Januari hingga April 2009. Ia juga pernah mewawancarai sejumlah tokoh dunia seperti George Soros, Steve Forbes, Jose Ramos Horta, dan Abhisit Vejjajiva.

Melansir laman Viva.co.id, usai berkarir di bidang jurnalis, Grace berpindah haluan dengan bergabung dengan Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sebagai Chief Executive Officier (CEO) pada 2012. Pengalaman tersebut membuatnya terjun ke dunia politik pada 2014. 

Grace pun mendirikan sekaligus menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 2014.  Istri dari Kevin Osmond ini berhasil mengantarkan PSI meraih 3 juta suara nasional pada pemilu perdananya pada periode tersebut.

Pada Agustus 2020, melansir Tempo.co, Grace menunjuk Giring Ganesha sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSI. Langkah ini diambil lantaran saat itu ia tengah menempuh pendidikan S2 jurusan magister administrasi publik melalui beasiswa dari Lee Kuan Yew School of Public Policy National di University of Singapore (NUS). Lewat akun Instagram @psi_id, ia resmi lulus pada 2022.

Grace kemudian menjabat sebagai Wakil Dewan Pembina PSI pada 2021. Ia juga menjadi bagian dari tim sukses pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024 lalu.

Adapun melansir laman Bisnis.com, Grace baru-baru ini diangkat sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Dirinya menerima tugas tersebut pada pertengahan Mei 2024 silam bersamaan dengan Juri Ardiantoro.

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags