Gregory Hendra Lembong menjadi Calon Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 perseroan. Namanya muncul dalam dokumen Profil/Daftar Riwayat Hidup Anggota Dewan Komisaris laman Hubungan Investor di situs resmi BCA.
Melansir laman Kontan.co.id, Gregory lahir di Jakarta pada 23 Januari 1972. Ia menempuh pendidikan di University of Washington dan meraih gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Stanford University dengan meraih gelar Master of Science in Engineering Economic Systems.
Berdasarkan laman Hubungan Investor di situs resmi BCA, perjalanan karier Gregory dimulai di Citibank pada 1994 hingga 2009, di mana ia memegang berbagai peran di bidang strategi dan manajemen produk di Asia dan Eropa. Setelah itu, ia bergabung dengan Deutsche Bank London sebagai Global COO & Head of Business Development pada 2009 hingga 2010.
Kariernya berlanjut di J.P. Morgan Asia Pacific di Singapura sebagai Regional Head of Transaction Services (cash, liquidity, FX) dari 2010 hingga 2013.
Pada Agustus 2013, Gregory bergabung dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai Chief of Transaction Banking hingga Desember 2018. Ia juga menjabat sebagai CEO Group of Transaction Banking di CIMB Group Malaysia dari Juli 2016 hingga Desember 2018, serta Chief Fintech Officer di CIMB Group Malaysia pada Juni 2018 hingga Desember 2018.
Pada Januari 2019 hingga Maret 2020, Gregory dipercaya sebagai Chief Transformation Officer yang memimpin Program Transformasi dan Strategi untuk seluruh unit di PT Bank CIMB Niaga Tbk Indonesia.
Gregory kemudian bergabung dengan BCA sebagai Direktur yang bertanggung jawab atas Strategic Information Technology dan Enterprise Security, serta memantau perkembangan PT Central Capital Ventura dan PT Bank Digital BCA (BCA Digital).
Pada 2022, ia diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA, bertanggung jawab atas Group Strategic Information Technology dan Group Operation Strategy & Development, serta supervisi atas Direktur Keuangan & Perencanaan Perusahaan dan Direktur Transaksi Perbankan.
Melansir dari laman Kompas.com, RUPST BCA dijadwalkan pada 12 Maret 2025. Dalam pertemuan ini, Gregory Hendra Lembong diusulkan untuk menggantikan Jahja Setiaatmadja menjadi Presiden Direktur BCA. Sementara itu, Jahja Setiaatmadja yang telah menjabat sejak 2011, akan diusulkan menjadi Presiden Komisaris BCA.