Populasi harimau liar di dunia diperkirakan tinggal sekitar 3.700-5.600 ekor. Berdasarkan laporan World Wildlife Fund (WWF), harimau liar tersebut tersebar di daratan Asia.
Sebagian besar populasi harimau menghuni daerah tropis, seperti Thailand, India, maupun Indonesia. Namun, hewan liar ini juga dapat ditemukan di lingkungan yang dingin, termasuk di timur Rusia.
Adapun, populasi harimau liar paling banyak tersebar di India yang mencapai 2.603-3.346 ekor. Rusia berada di urutan kedua dengan populasi harimau liar diperkirakan sebanyak 750 ekor.
Setelahnya ada Indonesia dengan jumlah harimau liar diperkirakan sebanyak 600 ekor. Kemudian, sebanyak 355 harimau liar tersebar di Nepal.
Ada pula 145-177 harimau liar yang berada di Thailand. Sementara, harimau liar yang berada di Malaysia diperkirakan sebanyak 150 ekor.
Harimau liar di Bangladesh tercatat ada 89 sampai 146 ekor. Sebanyak 131 harimau liar diperkirakan berada di Bhutan. Sedangkan, populasi harimau liar di Myanmar dan China masing-masing sebanyak 22 ekor dan 20 ekor.
Sedikitnya populasi harimau liar disebabkan oleh semakin hilangnya habitat mereka. Alhasil, mereka dipaksa untuk bersaing memperebutkan ruang dengan populasi manusia yang kian bertambah dan semakin padat.
Di sisi lain, populasi harimau liar tertekan oleh adanya perburuan. Harimau diburu untuk diambil bagian tubuhnya, mulai dari kulit, kumis, kuku, taring, hingga daging.
Adapun, WWF menyatakan bahwa populasi harimau liar kini mulai meningkat. Kendati, masih perlu lebih banyak upaya untuk melindungi populasi mereka pada masa mendatang.
Menurut WWF, memelihara harimau seperti yang dilakukan oleh Youtuber Alshad Ahmad bukanlah langkah yang tepat. Terlebih jika setelah dipelihara, sudah tujuh anakan harimaunya mati.
Upaya pelestarian harimau liar dapat dilakukan dengan tidak membeli, tidak mengonsumsi, serta melaporkan kepada otoritas setempat jika mengetahui soal perdagangannya. Seharusnya satwa liar dibiarkan di habitat aslinya karena memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
(Baca: Sebanyak 16.900 Spesies Hewan Terancam Punah pada 2022)