Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 5,1 juta kantong darah setiap tahunnya. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) telah memiliki stok kantong darah yang siap ditransfusikan kepada orang yang membutuhkannya.
Berdasarkan data PMI, stok darah di Indonesia mencapai 87.238 kantong per 14 Juni 2022 pukul 08.06 WIB. Dari jumlah tersebut, 33.476 kantong merupakan stok darah O+.
Stok darah B+ tercatat sebanyak 27.323 kantong. Lalu, stok darah golongan A+ berjumlah 16.304 kantong. Sedangkan, stok darah AB+ berjumlah 10.135 kantong.
Adapun, data PMI tidak menunjukkan stok darah untuk rhesus negatif. Ini mengingat darah dengan rhesus negatif sangat langka.
Pemilik darah dengan rhesus negatif hanya 15% di seluruh dunia. Di Indonesia, hanya 1% masyarakat yang diperkirakan memiliki rhesus darah tersebut.
(Baca: Hipertensi, Penyakit Kronis Paling Banyak Diderita Lansia)