3 dari 10 Orang Asia Tenggara Stres dan Cemas di Tempat Kerja

Berdasarkan hasil survei Gallup, 37% responden di Asia Tenggara merasa cemas ketika berada di tempat kerja. Ada pula 31% responden di kawasan tersebut yang merasa stres di tempat kerja.

19 Sep 2022 - 06.27Data
3 dari 10 Orang Asia Tenggara Stres dan Cemas di Tempat Kerja

Kecemasan dan stres bisa muncul saat di tempat kerja. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkannya, mulai dari pekerjaan terlalu berat, lingkungan tak kondusif, hingga gaji yang dianggap terlalu rendah.

Berdasarkan hasil survei Gallup, 37% responden di Asia Tenggara merasa cemas ketika berada di tempat kerja. Ada pula 31% responden di kawasan tersebut yang merasa stres di tempat kerja.

Secara rinci, Kamboja menjadi negara di Asia Tengga dengan tingkat kecemasan paling tinggi di tempat kerja pada 2022. Sebanyak 50% responden di negara tersebut merasa cemas saat berada di tempat kerja.

Posisi kedua ditempati Indonesia dengan 46% responden yang merasa cemas ketika berada di tempat kerja. Kemudian, sebanyak 44% responden di Thailand merasa cemas ketika berada di tempat kerja. 

Sementara, Filipina merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki tingkat stres paling tinggi di tempat kerja. Separuh atau 50% responden mengatakan stres ketika berada di tempat kerja.

Thailand menempati posisi kedua dengan 41% responden yang merasa stres di tempat kerja. Kemudian, ada 38% responden di Kamboja yang menyatakan stres ketika berada di tempat kerja.

Di Indonesia, hanya 20% responden yang merasa stres ketika berada di tempat kerja. Persentase itu merupakan yang terendah dibandingkan negara lainnya di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, Gallup melakukan survei terhadap 1.000 responden di setiap negara Asia Tenggara pada 2021 hingga akhir Maret 2022. Survei ini dilakukan melalui metode pengambilan sampel acak dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 0,5% poin hingga 8,5% poin dan tingkat kepercayaan sebesar 95%.

(Baca: Kondisi Keuangan Jadi Penyebab Utama Stres Gen Z dan Milenial)

Sumber : Gallup

Update Data lainnya di WA Channel



Editor Artikel Data Indonesia
Nilai keakuratan & kelengkapan data di artikel
Kurang
Baik
Terpopuler