Deretan Hewan Paling Mematikan di Dunia Berdasarkan Jumlah Kematian Manusia

Menurut laporan Far & Wide, nyamuk menjadi hewan paling mematikan di dunia pada 2022. Hal ini lantaran hewan tersebut dapat menyebabkan kematian pada manusia hingga 1 juta kematian per tahun akibat gigitannya yang membawa berbagai jenis penyakit.

Deva Zhalzha Amalia & Cindy Mutia Annur

29 Mei 2024 - 18.08

Data

Menurut laporan Far & Wide, nyamuk menjadi hewan paling mematikan di dunia pada 2022. Hal ini lantaran hewan tersebut dapat menyebabkan kematian pada manusia hingga 1 juta kematian per tahun akibat gigitannya yang membawa berbagai jenis penyakit, seperti Zika, malaria, hingga demam berdarah alias DBD.

Hal ini juga didukung oleh keberadaan nyamuk yang ada di lingkungan mana pun, kecuali pada cuaca yang sangat dingin. Jenisnya yang termasuk ke dalam serangga kecil pun membuat keberadaanya sering tidak diketahui oleh manusia.

Selanjutnya, ular menjadi hewan kedua yang dilaporkan paling mematikan di dunia dengan menyebabkan 100.000 kematian per tahun pada manusia. Hewan ini hidup di seluruh benua kecuali Antartika, serta menggunakan bisanya yang mengandung racun atau melilit tubuh manusia untuk membunuh, tergantung pada jenis ular tersebut.

Lalu, anjing juga masuk ke dalam daftar hewan paling mematikan di dunia. Ini lantaran hewan tersebut dapat menularkan virus rabies ke manusia. Tercatat, anjing menyebabkan hingga 30.000 kematian per tahun pada manusia. 

Kemudian, ada siput air tawar yang dapat membunuh manusia hingga 20.000 jiwa per tahun. Hewan asal Afrika, Asia, dan Amerika Selatan ini menularkan Schistosomiasis alias penyakit yang menginfeksi saluran kemih dan usus manusia. 

Serangga pembunuh atau assassin bugs yang hidup di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Asia, dan Afrika ini menjadi hewan paling mematikan kelima. Hewan ini dilaporkan membunuh hingga 12.000 jiwa per tahun. Serangga ini menghisap darah manusia dan menularkan penyakit yang disebut penyakit Chagas, yang menyebabkan infeksi dan peradangan pada jaringan manusia. 

Ada pula lalat tsetse dengan ciri warnanya yang coklat kekuningan. Hewan yang tersebar di bagian pedesaan Afrika itu telah membunuh manusia sekitar 10.000 jiwa per tahun. Serangga itu membunuh manusia dengan menularkan penyakit yang disebut Tripanosomiasis Afrika (atau penyakit tidur). Gejala awal penyakit tersebut berupa demam atau sakit kepala, lalu berlanjut pada penurunan daya tubuh hingga akhirnya meninggal.

Sebanyak 2.500 jiwa juga terbunuh per tahunnya oleh cacing gelang ascaris yang dapat ditemukan di seluruh dunia, terutama pada daerah beriklim hangat dan lembab. Hewan itu membunuh manusia melalui infeksi usus kecil akibat tangan yang telah terkontaminasi atau produk mentah yang dikonsumsi manusia.

Sementara itu, buaya sebagai hewan yang buas dengan bentuknya yang menyeramkan dilaporkan telah menyebabkan kematian manusia sebanyak 1.000 jiwa per tahunnya. Hewan ini menggunakan gigitan yang mematikannya untuk memangsa dan mencabik manusia. Buaya dapat ditemukan di daerah Australia, Asia, Afrika, dan Amerika.

Selain delapan hewan di atas, ada pula sejumlah hewan lainnya yang masuk daftar hewan paling mematikan di dunia.

Berikut daftar 15 hewan yang paling mematikan di dunia berdasarkan jumlah kematian manusia per tahun pada 2022:

  1. Nyamuk: 1.000.000 jiwa
  2. Ular: 100.000 jiwa
  3. Anjing: 30.000 jiwa
  4. Siput air tawar: 20.000 jiwa
  5. Serangga pembunuh (assassin bug): 12.000 jiwa
  6. Lalat tsetse: 10.000 jiwa 
  7. Cacing gelang ascraris: 2.500 jiwa
  8. Buaya: 1.000 jiwa
  9. Cacing pita: 700 jiwa
  10. Kuda nil: 500 jiwa
  11. Gajah: 500 jiwa
  12. Singa: 250 jiwa
  13. Kerbau tanduk Afrika: 200 jiwa
  14. Rusa: 100 jiwa
  15. Lebah: 100 jiwa

(Baca: Data Rata-Rata Usia Mamalia, Ada yang hingga Ratusan Tahun

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags