Berdasarkan data Economist Intelligence Unit (EIU), kinerja demokrasi Indonesia bergerak stagnan pada 2022. Ini terlihat dari skor Indeks Demokrasi Indonesia yang sebesar 6,71 poin pada tahun lalu.
Skor tersebut tak berubah dari tahun 2021 yang juga sebesar 6,71 poin. Hanya saja, Indonesia harus turun ke peringkat 54 di dunia. Indonesia pun masuk dalam kategori demokrasi cacat (flawed democracies).
Adapun, indeks demokrasi ini disusun berdasarkan lima indikator. Indikator yang memiliki skor tertinggi berasal dari proses pemilu dan pluralisme sebesar 7,92 poin.
Fungsi pemerintahan Indonesia memiliki skor sebesar 7,86 poin. Lalu, indikator partisipasi politik memiliki skor sebesar 7,22 poin.
Kebebasan sipil di Indonesia mencatatkan skor sebesar 6,18 poin. Posisinya diikuti oleh budaya politik yang memiliki skor sebesar 4,38 poin.
Sebagai informasi, indeks demokrasi yang dibuat EIU membagi negara-negara dalam empat kategori. Keempatnya adalah demokrasi penuh, demokrasi cacat, rezim hibrida, dan rezim otoriter.
(Baca: Norwegia Jadi Negara Paling Demokratis di Dunia pada 2022)