Ini Tiga Faktor Utama Pekerja di Indonesia Tak Jadi Resign

Sebanyak 45% pekerja profesional di Indonesia rupanya tak benar-benar mengundurkan diri pada tahun lalu. Alasan utama yang menahan mereka adalah karena belum menemukan pekerjaan yang cocok.

Monavia Ayu Rizaty

Sep 19, 2022 - 2:12 PM

Data

Gelombang pengunduran diri secara besar-besaran atau the great resignation marak terjadi di berbagai negara sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Menurut survei yang diluncurkan oleh perusahaan perekrutan profesional Robert Walters, sebanyak 77% pekerja profesional di Indonesia juga mempertimbangkan untuk mengundurkan diri pada 2021. 

Hanya saja, 45% pekerja profesional di dalam negeri rupanya tak benar-benar mengundurkan diri pada tahun lalu. Alasan utama yang menahan mereka adalah karena belum menemukan pekerjaan yang cocok, sebagaimana disampaikan oleh 56% responden.

Kemudian, 23% responden menyatakan kurangnya peluang pekerjaan di bidang yang ditekuni. Lalu, 21% responden khawatir akan keamanan status pekerjaan di perusahaan baru.

Selain itu, 45% responden menilai rekan dan budaya kerja yang suportif dianggap sebagai indikator terpenting bagi tenaga kerja profesional di perusahaan. Posisinya disusul kompensasi dan tunjangan serta peraturan kerja fleksibel masing-masing sebesar 44% dan 34%.

Bagi karyawan yang sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri, 80% dari mereka mengaku terbuka untuk berubah pikiran jika kondisinya tepat. Gaji menjadi faktor terpenting dalam mengubah keputusan, sebagaimana disampaikan 37% responden. 

Sebanyak 25% responden mempertimbangkan soal perubahan tanggung jawab pekerjaan. Kemudian, ada 23% responden yang mempertimbangkan faktor promosi untuk mengubah keputusannya mengundurkan diri.

Sebagai informasi, Robert Walters melakukan survei kepada 2.600 lebih tenaga kerja profesional dari 1.131 perusahaan di enam negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Indonesia, dan Vietnam. Survei dilakukan selama dua pekan pada Juni 2022.

(Baca: Selama Pandemi, 65% Pekerja Berhenti dan Masuk Industri Lain)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags