Hasil riset Indonesia Institute for Social Development (IISD) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menunjukkan, 27,76% pelajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia pernah merokok. Sebanyak 10,67% pelajar pun sudah aktif merokok setiap harinya.
Mayoritas atau 48,53% responden merokok sebanyak satu hingga lima batang per hari. Kemudian, 16,91% responden menghabiskan 6-10 batang rokok dalam satu hari.
Sebanyak 5,15% responden merokok sebanyak 11-20 batang per hari. Ada pula, 4,41% responden yang menghabiskan 1-2 bungkus rokok setiap hari.
Sementara, sebagian kecil pelajar SMP dan SMA di Indonesia mengaku dapat merokok hingga lebih dari dua bungkus per hari. Persentasenya tercatat sebanyak 1,47%.
Lebih lanjut, stres menjadi pendorong utama pelajar untuk merokok, sebagaimana disampaikan oleh 29,41% responden. Motif lainnya adalah rasa penasaran (24,26%) dan solidaritas dengan lingkungan dan teman (7,35%).
Sebagai informasi, IISD dan IPM bersama peneliti Universitas Prof. Dr. Hamka (Uhamka) melakukan survei terhadap 1.275 pelajar SMP dan SMA dari 175 kabupatan/kota pada 4-16 September 2022. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,8%.
(Baca: Riset IISD-IPM: 27,7% Pelajar Indonesia Pernah Merokok)