Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh gejolak dan ketidakpastian, instrumen investasi yang relatif aman menjadi salah satu yang diburu oleh masyarakat. Emas, yang merupakan aset safe haven, pun menjadi salah satu pilihan yang dilirik.
Meskipun tidak memberikan imbal hasil secara langsung, tetapi harga emas cenderung meningkat dalam jangka panjang. Di dalam negeri, mengutip Bisnis.com, harga emas Antam pada 29 April 2014 dibanderol Rp533.000 per gram. Sementara itu, setelah 10 tahun berselang, saat ini harga emas Antam bertengger di Rp1.326.000 per gram pada 27 April 2024.
Selain harganya yang cenderung meningkat, transaksi jual dan beli emas relatif lebih mudah karena dapat ditemukan di mana saja. Variasi ukuran juga membuat orang lebih mudah menyesuaikan anggaran untuk berinvestasi emas.
Adapun di Indonesia, selain emas Antam ada beberapa pilihan emas batangan lain seperti emas UBS. Lalu, apa perbedaaannya? Mengutip informasi dalam laman aneka logam dan sahabat pegadaian, berikut lima perbedaan emas Antam dan emas UBS:
(Baca: Mau Investasi Emas, Pilih Batangan atau Perhiasan? Cek Perbedaannya)
1. Produsen
Emas Antam dan UBS merupakan produk yang dikeluarkan oleh dua perusahaan berbeda. Emas Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), sedangkan emas UBS adalah hasil produksi PT Untung Bersama Sejahtera (UBS).
ANTM sendiri merupakan perusahaan BUMN, yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur sejak 1968 dan merupakan anggota BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID.
Sementara PT UBS adalah perusahaan swasta yang berlokasi di Surabaya sejak 1981. UBS tidak hanya berfokus dalam produksi emas batangan, perusahaan itu juga memiliki brand perhiasan, yakni Venus dan Starshine.
2. Sertifikat
Emas Antam memiliki standar sertifikat LBMA (London Bullion Market Association). Dengan sertifikasi itu, pemilik emas Antam dapat menjualnya di pasar global.
Di sisi lain, emas UBS menyediakan sertifikat nasional dari UBS sendiri. Bentuk sertifikat untuk emas UBS ukuran 0,5 gram hingga 4 gram adalah kartu tebal yang menyatu (terlaminasi) dengan kepingan emasnya.
Sedangkan sertifikat emas UBS pecahan 5 gram hingga 100 gram berbentuk kertas hologram dan terpisah dari emasnya. Dengan demikian, pangsa pasar UBS masih dalam negeri saja.
3. Ukuran Produk
Keping emas logam mulia Antam produksi terbaru tersedia dalam 12 ukuran yaitu 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram, dan 5 gram. Kemudian, ada pula ukuran 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, 500 dan 1000 gram. Sementara keping logam mulia UBS tersedia dalam 10 ukuran, yaitu 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 4 gram, dan 5 gram. Ada pula ukuran 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, dan 500 gram.
Adapun, untuk ukuran gram yang sama, dimensi emas batangan Antam relatif lebih kecil tetapi lebih tebal, dibandingkan dengan emas UBS yang lebih lebar tetapi tipis. Meskipun demikian, keduanya sama-sama memiliki kadar emas 99,99% atau 24 karat.
4. Harga
Keunggulan sertifikat dan pangsa pasar yang dimiliki oleh emas Antam menjadikan harga emas Antam lebih tinggi daripada emas UBS. Selain itu, dimensi emas Antam yang lebih kecil daripada emas UBS menjadikan biaya produksi lebih tinggi.
5. Lokasi Pembelian
Dari sisi lokasi pembelian, emas Antam tersedia dan dapat dibeli langsung melalui unit bisnisnya yang terletak di Pulogadung, Jakarta Timur. Selain itu, emas Antam juga dapat dibeli secara online melalui website resminya, logammulia.com. Dapat juga dibeli di sejumlah toko emas di berbagai kota.
Sementara itu, UBS tidak memiliki unit penjualan khusus. UBS dapat dibeli pada sejumlah toko emas, pegadaian, maupun secara online melalui laman ubslifestyle.com.
Perbedaan emas Antam dan UBS tersebut dapat dijadikan rujukan untuk mulai menentukan investasi emas yang cocok. Meksipun demikian, baik emas Antam maupun emas UBS sama-sama menjadi salah satu pilihan instrumen investasi.
(Baca: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (Sabtu, 27 April 2024))