Defisit APBN 2022 Rp464,3 Triliun, Tak Sampai 3% PDB

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp464,3 triliun pada 2022. Nilai defisit itu setara dengan 2,38% terhadap produk domestik bruto (PDB).

4 Jan 2023 - 04.51Data
Defisit APBN 2022 Rp464,3 Triliun, Tak Sampai 3% PDB

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp464,3 triliun pada 2022. Meski begitu, angka ini lebih rendah 66,9% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar Rp775,1 triliun. Nilai defisit itu pun setara dengan 2,38% terhadap produk domestik bruto (PDB).   

Defisit APBN disebabkan realisasi pendapatan negara lebih rendah dibandingkan belanjanya. Secara rinci, realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.626,4 triliun sepanjang 2022.   

Nilai itu naik 30,6% dari tahun sebelumnya sebesar Rp2.011,3 triliun. Realisasi pendapatan negara tersebut juga telah melebihi targetnya dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2022 yang sebesar Rp2.266,2 triliun.   

Realisasi pendapatan negara paling besar dari penerimaan pajak, yakni Rp2.034,5 triliun. Pendapatan yang berasal dari penerimaan kepabeanan & cukai mencapai Rp317,8 triliun. Sedangkan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menyumbang Rp588,3 triliun.   

Sementara, realisasi belanja negara mencapai Rp3.090,8 triliun atau naik 10,9% (yoy) dari sebelumnya Rp2.786,4 triliun. Angkanya setara dengan 99,5% dari targetnya di Perpres Nomor 98 Tahun 2022 yang sebesar Rp3.106,4 triliun.   

Secara rinci, belanja pemerintah pusat tercatat senilai Rp2.274,5 triliun. Kemudian, belanja yang berbentuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp816,2 triliun.   

Lebih lanjut, keseimbangan primer mencatatkan defisit Rp78 triliun pada 2022. Nilainya membaik dibandingkan pada 2021 yang masih minus Rp431,6 triliun.

(Baca: APBN Kembali Defisit Rp237,7 Triliun Jelang Akhir Tahun 2022)

Sumber : Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Update Data lainnya di WA Channel



Editor Artikel Data Indonesia
Nilai keakuratan & kelengkapan data di artikel
Kurang
Baik
Terpopuler